Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Polisi Pastikan Kematian Janda di Bukit Murni Gantung Diri

30 Juni 2020, 20: 16: 36 WIB | editor : Nyoman Suarna

Polisi Pastikan Kematian Janda di Bukit Murni Gantung Diri

GANTUNG DIRI: Janda asal Banjar Bukit Tabuan, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem murni gantung diri. (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Polisi menyimpulkan penyebab kematian SAP, 26, janda asal Banjar Bukit Tabuan, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem murni gantung diri. Hal ini berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan tim medis Puskesmas Karangasem dan hasil olah TKP.

Seperti diketahui, SAP, janda 26 tahun itu memilih mengakhiri hidup di rumah orangtuanya, Minggu (28/6) sore. Peristiwa pilu itu diketahui sang ibu, inisial AR, 50. Kapolsek Karangasem Kompol I Ketut Suartika menjelaskan, mayat ditemukan dalam keadaan tergantung di salah satu usuk gudang milik keluarga korban.

Polisi tidak menemukan tanda kekerasan di jasad SAP. "Simpulnya memang simpul yang tidak dibuat-buat. Secara tanda umum, kematian korban terlihat memang gantung diri. Tapi di kelamin korban memang tak ditemukan cairan karena korban sedang menstruasi," jelasnya.

Saat ditemukan, kondisi wajah jenazah sudah membiru dari atas luka jeratan yang melingkar di leher. Luka jeratan tampak jelas di leher korban. Di sisi lain, pihak keluarga sudah menerima peristiwa dan meminta agar jenazah tak diotopsi. "Kami pun tidak akan berani menyimpulkan itu bunuh diri jika kami tahu ada kejanggalan," tegas Kapolsek.

Sumber di lapangan menyebutkan, SAP sudah setahun tinggal bersama orangtuanya di Banjar Bukit Tabuan, Desa Bukit. Dia pernah menikah dengan seorang lelaki, namun sudah pisah tiga bulan lalu. Ketika sudah pisah, aktivitas perempuan itu lebih banyak dilakukan di rumah orangtuanya di Bukit.

Kompol Ketut Suartika menjelaskan, sebelum kejadian, ibu korban, AR berangkat ke tempat pengajian di rumah warga lainnya, Minggu (28/6) sekitar pukul 14.30. Beberapa jam berlalu, AR pulang dan sampai di rumah telah menemukan anaknya tak bernyawa. "Orangtua korban meminta tolong. Suara ibu korban didengar warga lain. Beberapa warga juga datang lalu dilaporkan ke Polsek," kata Ketut Suastika.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news