Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Positif Covid-19, ASN Pemprov Bali dari Kesiman Meninggal

30 Juni 2020, 20: 34: 36 WIB | editor : Nyoman Suarna

Positif Covid-19, ASN Pemprov Bali dari Kesiman Meninggal

Juru Bicara GTPP Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Denpasar kembali mencatat satu kasus meninggal dunia akibat covid-19. Dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, tercatat satu orang pasien Covid-19 yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Provinsi Bali meninggal dunia. Diketahui almarhum seorang perempuan berusia 54 tahun dari Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur. Dia masuk ke RSUP Sanglah tanggal 9 Juni 2020 karena keluhan sesak napas. Setelah di IGD, dia dibawa langsung ke ruang isolasi karena sesak napas. Almarhum diketahui tinggal di Jalan Akasia dan meninggal tanggal 30 Juni 2020, pukul 09.00 wita. Sebelumnya ia dinyatakan positif tanggal 12 Juni 2020. Sebelum meninggal ia pun sempat memakai ventilator karena sesak napas.

Juru Bicara GTPP Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai membenarkan ada satu orang PNS yang meninggal akibat Covid-19. “Tadi pagi meninggal di RSUP Sanglah dan datanya masuk di GTPP. Almarhum aslinya dari Jembrana, tetapi sudah tinggal di sini. Dia memang ada penyakit bawaan yakni infeksi paru-paru. Ada flek di paru-parunya,” ungkapnya.

Selain itu, ada 19 orang yang dinyatakan positif, di antaranya perempuan umur 27 tahun dari Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur dirawat di Wismabima. Perempuan umur 50 tahun dari Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur dirawat di RS Wangaya. Perempuan umur 50 tahun dari Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara dirawat di Wismabima. Perempuan umur 67 tahun dari Kelurahan Padangsambian, Denpasar Barat dirawat di RSUP Sanglah. Laki-laki umur 12 tahun dari Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat anak seorang laki-laki tukang panggul barang, dirawat di RS PTN Unud. Laki-laki umur 54 tahun dari Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat dirawat di Wismabima. Laki-laki umur 42 tahun dari Kelurahan Penatih, Denpasar Timur dirawat di Wismabima. Perempuan umur 59 tahun berdomisili di Kelurahan Ubung, Denpasar Utara dirawat di RS Wangaya. Laki-laki umur 30 tahun dari Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat dirawat di RSPTN Unud. Laki-laki umur 49 tahun dari Kelurahan Renon, Denpasar Selatan dirawat di RS PTN Unud.

Dewa Rai menambahkan, kasus positif ini juga menulari dua orang keluarga dari Kelurahan Penatih, Denpasar Timur. Mereka terpapar dari kakak laki-laki umur 45 tahun tanggal 24 Juni 2020, kini dirawat di Wismabima. “Dari sana yang tertular adalah istrinya umur 44 tahun,  adik laki-laki umur 42 tahun,” ujarnya.

Di samping itu, lima orang dalam satu keluarga di Kelurahan Tonja, Denpasar Utara terpapar dari laki-laki umur 70 tahun seorang pedagang di warungnya sendiri. Dia dirawat tanggal 24 Juni 2020 di RS Wangaya. Yang ditulari adalah istrinya umur 64 tahun, anak kos laki-laki umur 40 tahun, anak kos laki-laki umur 35 tahun, anak kos perempuan 35 tahun, anak anak kos laki-laki 8 tahun.

Keluarga lainnya yang terpapar juga dari Desa Dangin Puri Kaja, Denpasar Utara. Mereka terpapar dari laki-laki umur 54 tahun, seorang wiraswasta yang dirawat sejak 24 tahun Wismabima. Tiga orang yang tertular adalah, istrinya umur 50 tahun, anak laki-laki umur 25 tahun, dan menantu perempuan umur 25 tahun.

Selain kasus meninggal dan positif, juga terdapat 5 orang yang sembuh setelah menjalani perawatan. Di antaranya, laki-laki dari Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat, laki-laki dari Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur, perempuan dari Desa Sanur Kaja, Denpasar Selatan, perempuan dari Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, perempuan umur 49 tahun dari Kelurahan Renon, Denpasar Selatan.

Secara akumulatif, kasus Covid-19 di Kota Denpasar sebanyak 539 kasus positif. Rincianya adalah 196 sembuh, 9 orang meninggal dunia, dan 334 orang masih dalam perawatan. Sementara keberadaan  Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracking GTPP secara kumulatif sebanyak 1.719 kasus, namun  dinyatakan sehat setelah isolasi mandiri 573, sehingga tersisa 1.146 OTG. Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara akumulatif tercatat 328 kasus, namun sudah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sehat sebanyak 277, sehingga masih tersisa 51 ODP. Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara akumulatif sebanyak 126 kasus, namun 48 orang sudah  dinyatakan negatif setelah menjalani swab test, sehingga tersisa 78 yang berstatus PDP.

(bx/dhi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news