Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

PAD Merosot, Pemkot Denpasar Devisit Hingga Rp 250 Miliar

30 Juni 2020, 20: 58: 34 WIB | editor : Nyoman Suarna

PAD Merosot, Pemkot Denpasar Prediksi Devisit Hingga Rp 250 Miliar

Plt. Asisten II Setda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Edy Mulia. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Selama empat bulan terakhir, Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Denpasar terus mengalami penurunan. Kemerosotan PAD Pemkot Denpasar diprediksi hingga Rp 250 miliar. Sementara pemasukan untuk PAD hanya mencapai 5 persen dari biasanya.

Diketahui bahwa pemasukan utama Kota Denpasar paling tinggi berasal dari sektor pariwisata. Namun kini sektor pariwisata melemah selama pandemi. Sehingga tak lagi mampu berkontribusi terhadap program kegiatan Pemkot Denpasar yang selama ini sudah digeser ke penanganan Covid-19.

Plt Asisten II Setda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Edy Mulia saat dihubungi, Selasa (30/6) mengatakan, selain sektor pariwisata Denpasar, juga ada pendapatan dari pajak bumi dan bangunan. Namun, pembayaran masyarakat dipastikan seret karena adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan karyawan dirumahkan. Sebab pendapatan mereka juga sudah pas-pasan. “Selain dari sektor pariwisata, kami masih mengandalkan pendapatan dari pajak Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Tapi saat ini kan tidak ada yang membangun. Jadi kami sudah tidak bisa berbuat banyak. Pemasukan paling banyak hanya 5 persen, sementara penanganan Covid-19 masih terus memerlukan anggaran,” kata Edy.

Apabila sampai Desember 2020 pandemi terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan anggaran belanja pegawai akan turut terpangkas. Hingga saat ini sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 100 miliar lebih. “Artinya akan ada pemotongan gaji pegawai Pemkot Denpasar. Mau tidak mau harus digeser juga jika sampai akhir tahun masih tetap begini, karena tidak ada cara lain,” ungkapnya.

Edy Mulia mengaku, target dari PAD setiap tahunnya sebesar Rp 900 miliar. “Per bulannya pendapatan harusnya Rp 75 miliar. Namun dalam 4 bulan ini merosot sekali. Beruntungnya penanganan Covid-19 juga dibantu pusat. Tetapi ini kan belum tahu sampai kapan akan berlangsung. Kalau terus seperti ini, kami juga bingung,” imbuhnya.

(bx/dhi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news