Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Disdikpora Siapkan Tiga Skema Jelang New Normal

30 Juni 2020, 22: 51: 55 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Disdikpora Siapkan Tiga Skema Jelang New Normal

Plt Disdikpora Buleleng, Made Astika. (I Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Disdikpora Buleleng kini sedang merancang tiga skema untuk proses pembelajaran di era new normal. Skema untuk pembelajaran tahun ajaran 2020/2021  sesuai dengan edaran pemerintah pusat.

Plt Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika, Selasa (30/6), mengatakan, tiga skema tersebut pertama proses pembelajaran dari rumah yang menerapkan sistem full daring. Skema kedua pembelajaran tatap muka atau menggunakan kombinasi skema daring dan tatap muka, yang disiapkan sebagai skema ketiga.

Khusus pembejaran tatap muka, lanjutnya, wajib memperhatikan protokol kesehatan. Sekolah yang akan menerapkan proses pembelajaran tatap muka, wajib berada di zona hijau atau zona aman Covid-19, dengan mengantongi izin dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng.

Setiap satuan pendidikan, sebut Astika, wajib memiliki daftar periksa kesiapan menghadapi new normal. Seperti menyiapkan tempat cuci tangan, penyiapan masker cadangan, thermogun. Yang tak kalah pentingnya adalah surat izin dari orangtua terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

“Kalau orang tua tidak setuju sekolah tidak boleh memaksakan, karena kita tahu bersama sampai saat ini tidak sedikit orang tua yang masih khawatir dan ragu anaknya sekolah kembali, berinteraksi langsung dengan siswa lain dan guru di sekolahnya,” jelas Made Astika.

Dikatakan Astika, Disdikpora  akan menyebarkan form yang diisi langsung oleh orang tua, sebelum ada penetapan skema pembelajaran yang akan diterapkan nanti. Namun, jika skema pasti belum mendapatkan kepastian, proses pembelajaran di tahun ajaran baru tetap akan terlaksana sesuai dengan kalender pendidikan dengan menerapkan skema sebelumnya.

“Kami harapkan seluruh satuan pendidikan belajar mengelola pendidikan secara daring dengan memanfaatkan teknologi untuk kepentingan pendidikan,” tegas dia. Sedangkan untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), masih dikaji kembali, karena tak mungkin menggunakan sistem daring.

Terkait PPDB, Astika menyebut sebanyak 11.991 siswa tamatan Sekolah Dasar (SD) di Buleleng sudah terserap di 56 SMP Negeri dan sejumlah SMP Swasta. Bahkan, sebanyak 11.237 orang atau 93,7 persen telah diterima di 56 SMP negeri di Buleleng. Sisanya 745 orang (6,3) persen ditampung di SMP swasta dan MTs dengan kapasitas yang tersedia.

“Estimasi kami di Disdik melihat data tahun-tahun sebelumnya rata-rata yang tertampung di sekolah swasta dan MTs 700-800 orang.  7 Juli mendatang baru dipastikan setelah pendaftaran tuntas,” pungkasnya. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news