Rabu, 12 Aug 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

SDN 3 Bajera Kebakaran, Warga Kecewa Tim Damkar Tak Responsif

04 Juli 2020, 20: 48: 45 WIB | editor : Chairul Amri Simabur

SDN 3 Bajera Kebakaran, Warga Kecewa Tim Damkar Tak Responsif

HANGUS : Kondisi kebakaran yang terjadi di SDN 3 Bajera, Sabtu (4/7). (ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Kebakaran menghanguskan gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Bajera (dulu SDN 4) di Banjar Bajera Kaja, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 17.30 Wita. Peristiwa ini terjadi tepat di hari raya Saraswati.

Meski tidak sampai mengakibatkan korban jiwa, peristiwa itu membuat kerugian yang tidak sedikit nilainya. Perkiraannya mencapai Rp 500 juta.

Informasi di lapangan menyebutkan, peristiwa itu diketahui pertama kali oleh Samsul Anwar, 26, alamat Jalan Gunung Guntur, Denpasar Barat.

Dia kebetulan datang ke lokasi kejadian untuk bertemu dengan Amir, guru agama Islam yang tinggal di mess sekolah itu.

Hanya saja, karena Amir lagi ada urusan di luar, Samsul diminta menunggu di dalam messnya. Kebetulan pintu mess Amir tidak dikunci.

Sembari menunggu kawannya kembali, Samsul sempat beristirahat. Namun dia terbangun sekitar pukul 17.30 Wita lantaran mencium bau asap.

Semula dia menduga asap itu berasal dari orang yang sedang bakar sampah. Sehingga saksi tetap duduk-duduk sambil sambil sandaran di tembok dapur.

Waktu bersandar itulah kecurigaannya baru muncul. Lantaran tembok yang disandarinya panas.

Saksi kemudian keluar mess dan melihat ruang dapur melalui pintu belakang. Ternyata ada kobaran api besar disertai kepulan asap di dalam dapur tersebut.

Ketika itu saksi berencana mengambil gas yang ada di dalam dapur. Namun kobaran api menghalangi langkahnya.

Dia sempat kebingungan untuk menyelamatkan barang-barang yang ada. Sehingga dia hanya bisa menyelamatkan ponsel Amir dan kepunyaannya sendiri.

Kemudian jemuran milik Amir serta sepeda motor miliknya. Sedangkan dompet saksi yang berisikan identitas berupa KTP, SIM dan STNK sepeda motornya masih di dalam dan tidak dapat diselamatkan karena saksi panik.

Upaya pemadaman selanjutnya dilakukan oleh masyarakat setempat dengan peralatan seadanya. Sebab tim Pemadam Kebakaran (Damkar) sempat sulit dihubungi.

Tim Damkar Tabanan baru tiba di lokasi kejadian sekitar satu jam setelah peristiwa itu terjadi. Sehingga bangunan mess sudah ludes.

Kelian Dinas Bajera Kaja Made Sumantra mengatakan, selain mess, api juga menghanguskan empat ruangan lainnya pada gedung : dua ruang kelas, satu ruang guru, dan satu ruang kepala sekolah.

"Juga ada toilet yang terbakar. Yang paling parah lima ruangan ini, mess, ruang kelas lima, ruang kelas enam, ruang guru dan ruang kepala sekolah. Lainnya kena juga atapnya sedikit-sedikit," paparnya.

Dia menyebutkan, proses pemadaman api dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat menggunakan peralatan seadanya untuk mengambil air di sungai kecil dekat lokasi kejadian. Lantaran tim Damkar Tabanan sempat sulit untuk dihubungi.

"Kami sudah hubungi Damkar tapi katanya tidak ada petugas. Jadi masyarakat berupaya memadamkan api secara gotong royong. Sekitar satu jam, Damkar baru datang. Saat api sudah padam dan mesinnya juga sempat mati sekitar 15 menit," imbuhnya.

Pihaknya pun belum berani memastikan penyebab kebakaran SD yang juga terdapat PAUD Kumara Bhuwana Bajera tersebut.

Hanya saja sesaat sebelum kejadian warga setempat sempat mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari mess.

"Messnya memang dihuni guru agama Islam di SD bersama istrinya, dan warga sempat dengar suara ledakan," pungkasnya.

Sementara itu Kapolsek Selemadeg AKP I Made Budi Astawa membenarkan perihal peristiwa tersebut. Dirinya mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. "Saat ini kita masih selidiki penyebabnya," ujarnya.

Atas peristiwa tersebut Plh (Pelaksana Harian) Kabid Damkar Tabanan, I Wayan Suakta mengatakan ada dua armada Damkar yang meluncur ke TKP. Namun ia tak menampik sempat terjadi kendala pada mesin saat tiba di TKP. "Begini lah kondisi kita armada yang bisa kita pakai maksimal sedang di bengkel untuk diperbaiki, karena alatnya nginden keluar jadi lama prosesnya," tegasnya.

Dia menegaskan, selama 24 jam ada tim Damkar Tabanan yang piket. Namun berhubung bertepatan dengan Hari Raya Saraswati maka banyak petugas yang melakukan persembahyangan.

"Tapi setelah dihubungi oleh masyarakat Bajera sebenarnya anggota sudah meluncur untuk mencari air ke sungai atau sumber air terdekat karena hindrant yang biasa untuk kami cari air itu ditutup oleh PDAM sudah sekitar satu bulan," jelasnya.

Terkait kondisi tersebut pihaknya pun telah melapor ke PDAM Tabanan namun memang belum direspon.

(bx/ras/hai/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news