Rabu, 12 Aug 2020
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese
Jejak Suku Kei di Tanah Pedawa (2)

Orang Pedawa Mirip Gaya John Kei yang Berangasan dan Adu Fisik

05 Juli 2020, 07: 36: 40 WIB | editor : Nyoman Suarna

Orang Pedawa Mirip Gaya John Kei yang Berangasan dan Adu Fisik

John Kei (DOK.JAWA POS)

Share this      

Hijrahnya orang Pedawa ke Maluku menjadi Suku Kei memang belum ada catatan pasti. Tokoh masyarakat Pedawa Wayan Sukarata, mengatakan, memang belum bisa dipastikan berdasarkan fakta – fakta, ini butuh penelitian. Tetapi ada sebuah cerita yang secara turun-temurun diterima dari pendahulunya secara lisan.

MENURUTNYA, leluhur orang Pedawa itu sebenarnya berasal dari Tamblingan. Lalu karena bencana alam atau serangan musuh, mereka akhirnya membangun kampung baru di daerah Mayung. “Namanya Gunung Tambleg. Tambleg itu berarti Tamblingan. Ada juga mengatakan Tambleg itu artinya orang-orang yang lugu, tetapi ada juga yang menyebut tanah miring,” tuturnya.

Lambat laun para leluhur Pedawa itu dipaksa hijrah akibat serangan semut. Mereka pun pecah menjadi dua kelompok. Satu pergi ke daerah Gunung Sari yang kini disebut Desa Pedawa. Sedangkan kelompok lainnya belum terlacak kemana perginya. “Apakah yang tidak terlacak ini pergi ke Kepulauan Kei? Inilah yang memang perlu diteliti secara mendalam,” jelasnya.

Orang Pedawa Mirip Gaya John Kei yang Berangasan dan Adu Fisik

Tokoh masyarakat Pedawa Wayan Sukarata (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Selain itu, ada pula cerita rakyat yang diyakini berkaitan dengan masyarakat Pedawa. Mereka meyakini ada orang Pedawa yang mencari ikan ke wilayah timur akhirnya terdampar di Maluku. Kemudian mereka hidup di Maluku hingga sekarang. Itu kemungkinan terjadi sebelum abad ke-13. Ini yang menjadi dasar keyakinan mereka, bahwa leluhur Suku Kei itu dari Pedawa

“Apalagi leluhur orang Kei juga disebut Dewa. Dari segi fisik juga hampir sama dengan masyarakat Suku Kei. Karakter juga hampir sama. Bahkan dari sifat berangasan yang suka mengadu fisik hampir sama dengan orang-orang Kei. Makanya saya sebut mirip dengan gayanya John Kei,” katanya lagi.

Sukrata menyebut, kendati John Kei memang tidak pernah ke Pedawa, pihaknya pernah mendengar dari sepupunya John Kei yang datang langsung ke Pedawa. “Secara morfologi wajah orang Kei dengan orang Pedawa juga mirip. Dari sisi wataknya juga ada kemiripan, brangasan. Tapi tidak semua karakternya jelek,” pungkasnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news