Kamis, 06 Aug 2020
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Makhluk Gaib di Pura Alas Arum Kerap Muncul

06 Juli 2020, 09: 29: 35 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Makhluk Gaib di Pura Alas Arum Kerap Muncul

PEMANGKU : Pemangku  Pura Alas Arum Desa Adat Samsaman, Kerambitan, Jro Mangku Sari. (Krisna Pradipta/Bali Express)

Share this      

TABANAN, BALI XPRESS - Pura Alas Arum di Desa Adat Samsaman, Kerambitan, terkesan sangat angker. Apalagi berdiri pohon Beringin tua yang umurnya ratusan tahun. Di tempat ini, banyak orang yang mendalami kanuragan memohon anugerah agar diberkati kemampuan urusan sekala dan niskala. 

Pemangku Pura Alam Arum, Jro Mangku Sari, 74, mengakui kawasan pura banyak dijaga hewan gaib yang merupakan duwe (milik) yang berstana. Mulai bojog (monyet), macan, ular besar banteng hingga burung paksi (garuda) besar.

“Di hari-hari tertentu memang menampakkan diri. Dahulu saya pernah melihat secara langsung ada monyet besar duduk di atas pohon sambil kakinya menjuntai. Bentuknya lain dari monyet biasa,” ucap Jro Mangku Sari kepada Bali Express (Jawa Pos Group) akhir pekan kemarin.

Yang lebih menambah kentalnya aura mistis di Pura Alas Arum ini, yakni keberadaan pohon Beringin besar yang usianya sudah ratusan tahun. Uniknya, di dalam Beringin ini, ada pohon Bunut yang juga tumbuh.

“Awalnya ada pohon Bunut besar tumbuh, namun lama kelamaan pohonnya  dibungkus pohon Beringin yang sekarang. Usia pohon Beringin ini tidak tahu pasti, berdasarkan cerita turun temurun dari leluhur saya, sudah lama sekali. Mungkin 150 tahun lebih,” ungkapnya.

Diceritakannya, beberapa tahun lalu banyak masyarakat luar sembahyang khusus ke pura. Namun, karena sering nunas pica (memohon benda magis) dan masuk tanpa izin, pihak desa adat membuatkan tembok panyengker.

Banyaknya  warga luar desa yang  tangkil ke pura, lantaran dari beberapa palinggih, ada palinggih utama yang bernama Palinggih Ratu Nyoman Balian. Kemudian ada Palinggih Ratu Mas, Palinggih Ratu Biang Lingsir, Palinggih Ratu Ketut, dan Palinggih Ratu Made.

“Jadi, dahulunya pura ini Padukuhan Balian dan ada hubungannya dengan Desa Selingsing, desa tetangga di sebelah timur,” ucap Jro Mangku Sari.

Lambat laun, mengingat dahulunya adalah pura pribadi dan banyak warga luar yang tangkil, maka pangempon pura akhirnya menyerahkan kepada desa adat untuk disungsung. “Jumlah pangemponnya di Desa Adat Samsaman ada 180 KK (kepala keluarga). Odalannya jatuh di Tumpek Klurut,” sebut Jro Mangku Sari.

Sementara itu, salah satu warga yang ditemui di lokasi, I Wayan Sukarya, 41, membenarkan areal Pura Alas Arum ini memiliki aura mistis. Meskipun ia tak pernah melihat secara langsung, tapi dari penuturan tetuanya dahulu maupun cerita dari masyarakat desa tetangga yang kebetulan lewat, di sekitar pura memang sering ada penampakan gaib.

Ikatakannya, ada warga yang kebetulan melintas, namun dari kejauhan sudah melihat adanya batang pohon Beringin yang mengeluarkan sinar merah yang  cukup banyak, sehingga membuatnya terkesima.

Yang bikin orang kadang berpikir melintas di kawasan itu saat malam hari, karena ada juga kejadian aneh yang tak masuk akal. “Kadang orang melihat ada pohon Enau yang tergeletak begitu saja di tengah jalan pada malam hari. Padahal, di areal pura tidak ada pohon Jaka (enau).

Bila hal itu terjadi, warga yang lewat memilih untukputar haluan agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan. Bahkan, lanjut Sukarya, sering juga dilihat ada kain putih yang sangat panjang melayang melewati pura.

“Di sebelah utara pura ada tempat penampungan air. Orang yang memiliki mata batin atau indera keenam, katanya sering melihat wanita cantik sedang mandi disana,” pungkasnya.

(bx/dip/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news