Rabu, 12 Aug 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

GTPP Denpasar Fokus Tracing, Testing dan Penerapan Protokol Kesehatan

07 Juli 2020, 19: 34: 38 WIB | editor : Nyoman Suarna

GTPP Denpasar Fokus Tracing, Testing dan Penerapan Protokol Kesehatan

Ketua GTPP Covid-19 Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar hingga kini tercatat 715 orang positif, 12 orang meninggal dunia, 271 orang sembuh dan 432 orang masih dalam perawatan.

Menyikapi kondisi ini, Walikota Denpasar IB Rai Dharnawijaya Mantra, di sela kegiatanya di Denpasar, Selasa (7/7) menjelaskan, masyarakat diminta jangan panik dan tetap menjaga disiplin protokol kesehatan dengan melihat angka kasus positif  di Kota Denpasar. Bahkan ini merupakan upaya kerja serius dari  gugus tugas dalam pemilahan  warga dan untuk percepatan penanganan. Saat penerapan adaptasi kebiasaan baru dimulai 9 Juli, tracing agresif yang disertai testing masif serta isolasi atau karantina akan terus digencarkan, di samping penerapan disiplin protokol kesehatan.

“Semakin tinggi kasus, berarti semakin banyak kasus yang ditemukan di masyarakat. Untuk mengurangi potensi penularan, sesegera mungkin dilakukan pemisahan antara yang terpapar Covid-19 dan yang sehat, agar tidak merugikan satu sama lainnya, terutama dalam menjalankan aktivitas ekonomi," ujar Rai Mantra yang juga selaku ketua GTPP Covid-19 Kota Denpasar.

Rai Mantra didampingi Kabag Humas dan Protokol Dewa Gede Rai menjelaskan, jika penyebaran kasus sudah dideteksi atau   dapat dikendalikan, maka upaya pencegahan penularannya dapat dioptimalkan. Sehingga meningkatnya jumlah angka kasus melalui tracing dan testing secara massif dapat ditemukan. Dengan demikian, angka penularan di masyarakat dapat dicegah. Penularan ini juga tergantung dari tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Coba bayangkan, kalau kasusnya tidak ditemukan, suatu saat akan menjadi efek bola salju. Hal inilah yang harus kita hindari. Pemerintah dan masyarakat wajib bekerja sama untuk mencegah meluasnya Covid- 19. Saat ini, penyebarannya paling banyak di pasar, pelaku perjalanan dalam negeri dan rumah tangga. Di samping itu juga akibat mobilisasi logistik dari luar pulau yang tidak  terdeteksi," kata Rai Mantra

Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, lanjut Rai Mantra, harus dilakukan untuk mendukung percepatan penanganan dan pencegahan.

"Jadi, pemerintah terus melaksanakan tracing, kemudian dilanjutkan dengan tes massif. Lalu dilakukan pemisahan antara masyarakat yang sehat dan terpapar Covid-19 melalui proses isolasi dan karantina. Masyarakat dapat ikut berperan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan, mulai dari jaga jarak, menggunakan masker, serta rajin mencuci tangan untuk mendukung tatanan kehidupan baru Provinsi Bali," jelas Rai Mantra

Upaya ini dilakukan, lanjutnya, untuk melindungi warga kota Denpasar dalam menjaga kesehatan dan memasuki adaptasi kebiasaan baru. Masyarakat akan dihadapkan dengan berbagai kebiasaan baru yang harus secara disiplin diterapkan. Sampai saat ini, Pemkot Denpasar sudah melakukan tes swab berbasis PCR sebanyak 3.559 orang dan tes rapid sebanyak 13.634 orang.

“Era adaptasi kebiasaan baru bukan berarti sudah normal seperti sebelum ada Covid-19, melainkan ada norma dan aturan baru yang harus ditaati masyarakat saat beraktivitas. Tak hanya itu, standar dunia usaha juga akan menghadapi standar baru. Inilah yang sudah dirancang dan akan segara diterapkan, sehingga sesegera mungkin masyarakat dapat produktif dan aman Covid-19 dalam keseharian," jelas Rai Mantra.

(bx/dhi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news