Rabu, 12 Aug 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Pasien Meninggal Akibat Covid-19 di Bali Bertambah Dua Orang

07 Juli 2020, 20: 50: 00 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pasien Meninggal Akibat Covid-19 di Bali Bertambah Dua Orang

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Jumlah pasien meninggal dalam status positif Covid-19 di Bali bertambah terus dalam beberapa hari terakhir ini. Sampai dengan Selasa (7/7), terjadi penambahan kasus meninggal sebanyak dua orang akibat transmisi lokal.

Penambahan tersebut tercatat di Kabupaten Badung.  Penambahan ini mengakibatkan angka kumulatif kasus kematian menjadi 25 orang, pada Selasa (7/7). Pada saat yang sama, jumlah kasus positif mengalami penambahan sebanyak 40 orang. Sehingga secara kumulatif, jumlah kasus positif sampai dengan Selasa sebanyak 1.940 orang.

Tambahan pasien tersebut didominasi transmisi lokal. Jumlahnya sebanyak 39 orang. Tersebar di Denpasar sebanyak 21 orang, Badung sebanyak sebelas orang, Klungkung sebanyak enam orang, dan Karangasem sebanyak satu orang. Sementara satu orang lagi merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dari Buleleng.

Sementara jumlah pasien yang sembuh sebanyak 60 orang. Mereka terdiri dari 57 orang pasien yang semula tepapar akibat transmisi lokal. Dua orang pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN), dan satu orang pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Dengan penambahan tersebut, jumlah kumulatif pasien yang sembuh sebanyak 1.034 orang.

Sementara para pasien yang masih menjalani perawatan sebanyak 881 orang. Dari jumlah itu, mereka berstatus orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 730 orang. Mereka menjalani perawatan di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Gran Mega dan BPK Pering.

Selebihnya, sebanyak 151 orang masih menjalani perawatan di 14 rumah sakit rujukan yang tersebar di sembilan kabupaten/kota.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, membenarkan adanya dua tambahan kasus positif yang meninggal.

"Pasien meninggal hari ini (Selasa, Red) bertambah dua orang WNI transmisi lokal. Secara kumulatif korban meninggal berjumlah 25 orang, terdiri dari 23 orang WNI dan dua orang WNA," ungkap Dewa Indra.

Dia menegaskan, sebagian besar pasien meninggal karena memang sebelumnya mempunyai penyakit bawaan menahun, seperti diabetes militus, jantung, ginjal dan hipertensi.

Di sisi lain, dalam konteks penanggulangan, Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali ini menegaskan, strategi optimalisasi rapid test masih dilakukan. Begitu juga dengan uji swab bagi mereka yang hasil rapid tesnya reaktif.

Sampai dengan Selasa, rapid test atau uji cepat telah dilakukan terhadap 161.526 orang. Rapid test ini dilakukan terkait contact tracing atau penelusuran kontak yang sedang gencar dilaksanakan. Khususnya untuk menelusuri dan melacak klaster-klaster penyebaran Covid-19 seperti pasar tradisional, desa dan banjar.

Dia menegaskan, rapid test ini merupakan upaya untuk mempercepat penelusuran orang atau masyarakat yang sempat kontak dengan pasien positif sehingga mempermudah penanganannya serta mempercepat proses memutus mata rantai penyebarannya.

Rapid test juga dilaksanakan untuk keperluan perjalanan, Pekerja Migran Indonesia (PMI), atas permintaan sendiri, dan lain sebagainya. "Sedangkan yang sudah diuji swab sebanyak 34.974 orang," pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news