Rabu, 12 Aug 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Gubernur Koster Minta Bupati-Wali Kota Jalankan Protokol Secara Ketat

07 Juli 2020, 21: 02: 38 WIB | editor : Nyoman Suarna

Gubernur Koster Minta Bupati-Wali Kota Jalankan Protokol Secara Ketat

RAKOR : Gubernur Wayan Koster yang juga Ketua GTPP Covid-19 di Bali memimpin rapat koordinasi, membahas persiapan menjelang penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru di Jaya Sabha, Selasa (7/7). (HUMAS PEMPROV BALI FOR BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Menjelang penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru, Gubernur Bali Wayan Koster menggelar rapat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19, Selasa (7/7). Pertemuan yang berlangsung di Gedung Gajah, Jaya Sabha itu membahas perkembangan penanganan Covid-19 dengan strategi penanggulangannya, serta persiapan terkait pelaksanaan Tatanan Kehidupan Era Baru.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Koster menyebutkan bahwa sesuai hasil rapat pada 10 Juni 2020, seluruh kepala daerah di Bali, baik bupati atau wali kota sepakat menerapkan protokol Tatanan Kehidupan Era Baru. Terkait hal itu, beberapa tahapan dan yang terkait dengan penerapannya telah disiapkan.

Meski demikian, Gubernur Koster tidak memungkiri ada empat kabupaten/kota yang sampai sejauh ini masih berstatus zona merah, mengingat eskalasi kasus positif yang terjadi di empat wilayah tersebut.  

Gubernur Koster bersama Forkominda Provinsi Bali dalam rapat GTPP Covid-19 Provinsi Bali

Gubernur Koster bersama Forkominda Provinsi Bali dalam rapat GTPP Covid-19 Provinsi Bali (ISTIMEWA)

“Karena kami mau bareng (membuka diri), harus dilakukan ekstra keras untuk menangani empat kabupaten agar terjadi perbaikan kondisi di wilayah tersebut,” ujar Gubernur Koster dalam pertemuan yang dihadiri Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana atau Cok Ace, Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry, Pangdam IX/Udayana,Wakapolda Bali, perwakilan dari Kejati Bali, Sekda Provinsi Bali, Danlanud, Danrem 163 Wirasatya, dan sejumlah organisasi perangkat daerah atau OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali.

Karena itu, pihaknya meminta GTPP Provinsi Bali memfokuskan diri pada upaya penanggulangan penyebaran pada tiga kluster, di antaranya pasar tradisional, keluarga, dan masyarakat. Selain itu, dia meminta bupati/walikota fokus pada pengelola pasar tradisional, desa adat, dan kelurahan sebagai ujung tombak penanganan Covid-19 saat ini.

Sebagai upaya pencegahan, Gubernur Koster meminta pasar tradisional yang diizinkan beroperasi hanya pasar yang sudah menerapkan protokol tatanan era baru secara ketat. Selain itu, desa adat juga harus menerapkan perarem yang mengatur protokol tatanan era baru.

“Dari 1.493 desa adat, sebanyak 1.443 desa adat sudah menyelesaikan peraremnya. Kami harapkan, besok semua selesai. Sehingga mulai 9 Juli, seluruh desa adat secara serentak menerapkan perarem penanganan Covid-19,” tegasnya.

Mantan anggota DPR RI ini mengatakan, dampak pandemi Covid-19 sudah cukup lama berlangsung. Sampai sejauh ini belum ada kepastian kapan akan berakhir. Karena itu, pemerintah perlu bersikap untuk menghidupkan kembali aktivitas perekonomian di Bali yang terpukul karena terhentinya sektor pariwisata.

“Jika ini dibiarkan, bisa menimbulkan masalah sosial baru dan muncul kerawanan di dalamnya,” sambungnya.

Disebutkan juga bahwa sebelumnya dia telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru. Dalam penerapannya di masing-masing wilayah, Koster memberikan keleluasaan bagi masing-masing kepala daerah untuk mempertajamnya.

“Kalau mau dipertajam, silakan bupati atau wali kota mengeluarkan kebijakan sesuai dengan kondisi di wilayahnya,” ujar Gubernur.

Selain itu, Gubernur Koster juga meminta masing-masing bupati/wali kota menyosialisasikan serta melakukan simulasi penerapan protokol tersebut. Satgas Gotong Royong Desa Adat dan Relawan Desa atau Kelurahan juga diminta untuk diaktifkan kembali. Para bupati dan wali kota diminta membentuk Komite Pengawas Pelaksanaan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru.

Secara umum, pertemuan tersebut membuahkan kesepakatan bersama, khususnya para bupati dan wali kota siap untuk melaksanakan protokol Tatanan Kehidupan Era Baru. Selain itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) juga siap mengawal dan mendukung pelaksanaannya.

Menjelang akhir pertemuan, Gubernur Koster menekankan agar penerapan protokol Tatanan Kehidupan Era Baru mulai 9 Juli 2020 mendatang dilakukan secara hati-hati. Bahkan, untuk memulai rencana itu, pihaknya di Pemprov Bali menggelar upacara Pemahayu Jagat. Selain itu, perhatian terhadap tenaga medis harus terus dilakukan dan rapid tes wilayah harus dituntaskan. "Saya berharap ini betul-betul dilaksanakan," pintanya.

Rapat itu sendiri dihadiri beberapa kepala daerah, di antaranya Bupati Bangli, Klungkung, Buleleng, Jembrana dan Gianyar. Kemudian Wakil Bupati Karangasem dan Badung. Sedangkan Kota Denpasar dan Kabupaten Tabanan diwakili Sekda.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news