Rabu, 12 Aug 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Tanah Diklaim Orang Lain, Gembok Pagar Rumah Dirusak

07 Juli 2020, 21: 23: 50 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tanah Diklaim Orang Lain,  Gembok Pagar Rumah Dirusak

PENUHI PANGGILAN: Joko Sugianto didampingi pengacaranya usai diperiksa penyidik Polda Bali. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Kasus pengeklaiman sepihak atas tanah yang dimiliki oleh Joko Sugianto rupanya semakin runyam. Kini I Wayan Padma yang mengklaim tanah milik fotografer tersebut melapor ke Polda Bali atas tuduhan penguasaan tanah oleh Joko. Padahal tanah tersebut dibeli oleh Joko dari pemilik sebelumnya, Ketut Pujiama.

Ditemui seusai diperiksa di Mapolda Bali, pengacara Joko Sugianto, Agus Samijaya menerangkan, kliennya diperiksa atas laporan Nyoman Padma dengan tuduhan penguasaan lahan. “Mau penguasaan lahan bagaimana, Pak Joko ini membeli tahun 2010, dari pemiliknya yang sah Ketut Gede Pujiama. Dalam proses jual beli juga tidak ada masalah, dan Pak Joko di tahun 2010 langsung membangun rumah dan ditempati hingga sekarang,” beber Agus.

Sebelum membeli tanah tersebut pada tahun 2010, Joko sudah memastikan legalitas tanah yang akan dibelinya. Mulai dari menanyakan kepada Ketut Pujiama apakah tanah tersebut tidak bersengketa, apakah tidak pernah dijual ke orang lain dan bukti-bukti yang menunjukkan kepemilikan yang sah.

Selama hampir 10 tahun menempati lahan tersebut, tidak ada masalah dengan tanah yang dibelinya. “Pak Joko dari awal tidak pernah mendengar dari lingkungan sekitarnya, bahwa tanah tersebut pernah dibeli orang lain. Bahkan orang di lingkungan sana pun tidak pernah tahu namanya Pak Padma itu. Kok tiba-tiba pada tahun 2019 dia datang dan mengklaim tanah itu miliknya” jelasnya kembali.

Selain mengeklaim tanah tersebut, hal yang mengganjal adalah kuitansi yang digunakan Padma diduga kuat merupakan kuitansi palsu. Dalam kuitansi tersebut tertera tahun pembelian yaitu tahun 1990-an, padahal pada tahun itu baru ada materai 500, tetapi di kuitansi tersebut dipakai materai 6000.

Pihak Pujiama sebagai pemilik sebelumnya, juga sudah melaporkan Padma ke Polda Bali atas pengeklaiman tanah yang sekarang dimiliki Joko Sugianto. Sebelumnya Pujiama tidak pernah menjual tanah tersebut selain kepada Joko Sugianto.

Mengenai laporan yang dibuat oleh Padma, Agus selaku kuasa hukum Joko meminta pihak Polda Bali harus menyelesaikan terlebih dahulu kasus kepemilikan tanah tersebut. “Harus diselesaikan dulu laporan Pak Pujiama, sehingga jelas siapa pemilik tanah tersebut yang sah. Setelah itu baru laporan kepada Pak Joko ini diproses,” ungkapnya.

Selain itu, Padma juga membuat aksi kriminal pada April lalu dengan merusak gembok rumah yang berdiri di atas tanah tersebut, yang selama ini ditempati Joko. Aksi tersebut juga disaksikan oleh para tetangga yang ada di lingkungan tersebut. “Saya harap pengerusakan gembok itu diproses. Itu kan saksinya ada dan sebenarnya gampang diproses,” pungkasnya.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news