Kamis, 06 Aug 2020
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese
Pesan Kasih Dharma

Pencarian Tuhan Lebih Banyak Mencari Dalam Sang Diri

Muasal Sakralnya Nama Bhagavan (2)

10 Juli 2020, 09: 54: 08 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Pencarian Tuhan Lebih Banyak Mencari Dalam Sang Diri

Siwa (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Veda mengajarkan bahwa tubuh ini dibentuk oleh lima jenis elemen alam yang mempunyai kekuatan luar biasa. Semua mengetahui, Panca Maha Bhuta adalah lima unsur alam yang maha kuat. Panca Maha Bhuta menyelimuti seluruh alam semesta material ini, dan juga alam badan jasmani kita ini, alias Bhuwana Agung (alam makrokosmos) dan Bhuwana Alit (alam mikrokosmos).

Inilah yang mendasari filsafat leluhur bangsa Indonesia, khususnya Jawa dan Bali, yaitu filsafat Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit. Pemahaman Bhuwana Agung dalam hubungan dengan 'Tattva Panca Maha Bhuta', dan Bhuwana Alit dalam 'Tattva Panca Maha Bhuta' merupakan konsep spiritual sempurna, hasil penyelaman spiritual para leluhur yang kita para keturunannya seharusnya dengan bangga patut melestarikannya. 

Bhagavan adalah Panca Maha Bhuta, dan Panca Maha Bhuta adalah Bhagavan. Itulah yang mengantarkan pencarian Tuhan diarahkan pada ke luar (Bhuwana Agung) dan juga ke dalam (Bhuwana Alit).

Jika Tuhan adalah Panca Maha Bhuta, maka pencarian Tuhan sangat tepat lebih banyak proporsi pencariannya hendaknya diarahkan ke dalam diri sendiri. Untuk itu, banyak tutur diturunkan oleh leluhur kita yang sayang kita tidak tuturkan, karena tidak ada yang mendengarkan.

Om sembah ning anatha, tinghalana de triloka sarana, wahyadhyatmika sembah inghulun, ijeng ta tan hana waneh, sang lwir agni saking tahen, kadi minyak saking dadi kita, sang saksat metu yan hana wwang amuter tutur pinahayu. Wyapi wyapaka sarining paramatatwa durlabha kita, icchanta ng hana tan hana ganalalit lawan hala-hayu, utpatti sthiti linaning dadhi kita ta karananika, sang sangkan paraning sarat sakala niskalatmaka kita.

Maksudnya, Ya Tuhan sembah sujud hamba yang tanpa pelindung, mohon hamba dilihat oleh-Mu wahai Penguasa Tiga Alam, lahir bathin sembah sujud hamba ke hadapan Kaki Padma Anda tiada yang lain lagi. Engkau bagaikan api yang keluar dari dalam kayu, bagaikan minyak yang keluar dari dalam susu (santan), demikianlah Engkau. Engkau akan secara langsung mewujudkan diri-Mu kepada orang yang menjalankan Sadhana atau praktik spiritual dengan baik. Engkau berada di mana-mana yang merupakan intisari dari Kebenaran Mutlak yang sangat langka. Kehendak-Mu lah untuk menciptakan atau melebur segala yang ada, yang besar maupun kecil dan baik atau pun buruk. Lahir, hidup, dan matinya segala makhluk hidup Engkaulah sumbernya. Engkau merupakan sumber serta tujuan dari seluruh ciptaan di alam ini, dan Anda adalah Nyata ber-Wujud, dan juga tidak ber-Wujud.

Pencarian Ida Sang Hyang Widhi Wasa menurut ajaran leluhur adalah pencarian ke dalam sang diri yang lebih banyak. Pencarian keluar hanyalah untuk menciptakan 'awal' untuk pencarian ke dalam Sang Diri Sejati. Pencarian ke luar cendrung mengarahkan orang untuk keluar menjauh dari Tuhan, sedangkan pencarian ke dalam mengarahkan orang pada pendekatan kepada Tuhan. Kesejatian itu ada di dalam, dan segalanya yang nyata ada di dalam.

Pencarian ke luar sering diumpamakan seperti perburuan bau harum oleh sang kijang. Kijang berlarian  memburu bau harum tersebut kemana-mana, ke sana ke mari tanpa lelah mencari dan memburu bau harum tersebut, sampai menghabiskan seluruh usia hidupnya. Padahal, bau harum tersebut berasal dari 'Kasturi' yang berbau sangat harum yang berada di dalam bagian bawah perut kijang itu sendiri.

Segalanya ada di dalam sang diri, dan pencarian Kesejatian Tuhan adalah pencarian ke dalam dan bukan keluar. Memang, bayangan pada cermin sering lebih cantik menarik dari pada aslinya. Demikian pula, pencarian keluar sering mengaburkan pandangan orang terhadap Kesejatian Kebenaran Tertinggi, karena kerlap kerlip kesenangan serta kenikmatannya sangat bervariasi, dan nyata indah menarik, tentu saja sebelum orang menyelam dan mengalami pengalaman spiritual ke dalam Sang Diri lebih jauh.

 Oleh : Acharya Darmayasa, Master Meditasi Angka, Pengajar Veda, Penerjemah Bhagavad Gita.

(bx/rin/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news