Kamis, 06 Aug 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Tukad Mati Mendoyo Disulap Jadi Wahana Rekreasi

Bupati Artha Tebar 30.000 Benih Ikan Nila

10 Juli 2020, 19: 40: 45 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Tukad Mati Mendoyo Disulap Jadi Wahana Rekreasi

BENIH : Bupati Jembrana I Putu Artha (kiri) didampingi Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan tebar bibit ikan nila di Tukad Mati Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jumat (10/7).   (Gede Riantory/ Bali Express)

Share this      

NEGARA, BALI EXPRESS - Ditengah pandemi yang masih berlangsung, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo Jembrana melakukan  langkah kreatif. Desa yang dipimpin perbekel I Made Oka Semarajaya itu, berusaha menyulap Tukad (sungai) Mati yang berada di belakang lahan kantor desanya untuk dijadikan destinasi wisata.

Aliran sungai yang tidak berfungsi dengan baik itu, dilakukan normalisasi berupa pengerukan serta perbaikan di kanan kiri sungai sepanjang 2,1 km. Saat ini panjang sungai yang sudah dinormalisasi baru 400 meter.

Kegiatan normalisasi itu dilakukan secara swadaya, di samping mendapat bantuan dari Pemkab Jembrana berupa pengerukan menggunakan alat berat. Selain itu, juga dilakukan penghijauan dengan  penanaman tanaman produktif, seperti  pohon alpokat dan jambu air, guna mempercantik areal di sepanjang kanan maupun kiri aliran sungai. Diharapkan kedepan tempat ini bisa dijadikan wahana rekreasi warga sekaligus areal memancing, sehingga ada pemasukan bagi warga sekitar, terlebih dalam   situasi sulit karena pandemi seperti sekarang ini.

Sebagai langkah awal dilakukan penaburan benih ikan nila sebanyak 30.000 ekor di sepanjang aliran sungai. Secara simbolis pelepasan benih ikan itu, dilakukan  Bupati Jembrana I Putu Artha, juga dihadiri Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Jumat (10/7).

Kepala Desa Mendoyo Dangin Tukad  I Made Oka Semarajaya, memaparkan, ide yang dilakukan secara swadaya oleh warga desa melalui normalisasi anak Sungai Pergung yang dahulunya disebut Tukad Mati (Sungai Mati). Ide itu inisiatif dari pemerintah desa dan beberapa warga sekitar yang ingin  menormalisasi Tukad Mati (Sungai Mati). Sebelumnya, aliran sungai itu kerap kali mengakibatkan banjir,  bahkan aliran air sampai meluap ke rumah warga sekitar. Banjir ini biasanya terjadi setiap musim hujan yang terjadi hampir setiap tahun.

“Kami mempunyai inisiatif guna melangsungkan normalisasi alur anak Tukad Pergung sepanjang  2,10 km tersebut. Tahap awal sudah dinormalisasi menggunakan dana PAD dengan bantuan pemerintah kabupaten, yang  juga memberikan bantuan alat berat serta dikerjakan secara swadaya. Hari ini mulai kami manfaatkan ditandai dengan penebaran benih ikan pada aliran anak sungai tersebut,” ucapnya.

Selain itu, Semarajaya menyampaikan fungsi dilakukan normalisasi aliran anak sungai tersebut, selain mencegahan terjadinya banjir, juga mengurangi tingkat kekumuhan yang terjadi pada daerah ini. Ia berharap kegiatan yang dilakukan hari ini, akan bermanfaat untuk masyarakat semua.

“Nantinya jika program ini sudah berjalan dengan baik, akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, seperti sebagai destinasi wisata kolam pancing. Harapannya tentu mendatangkan penghasilan, sehingga meningkatkan perekonomian desa setempat. Selain itu, menjadi tempat alternatif berekreasi bagi warga agar tidak stres dan beban pikiran karena di tengah pandemi ini perlu juga menjaga daya tahan tubuh,” terangnya.

Atas nama  pemerintah desa dan masyarakat Desa Mendoyo Dangin Tukad, ia mengucapkan terima kasih banyak atas partisipasi pemerintah daerah dalam pemberian bantuan. “Pekerjaan ini tentu belum selesai. Kedepannya mohon dibantu kembali untuk melanjutkan normalisasi sampai titik akhir pembuangan, sehingga musibah banjir tidak terjadi lagi. Selain itu, agar kawasan ini lebih cantik dan tertata lagi,” imbuhnya.

Sementara Bupati Jembrana I Putu Artha dalam kegiatan tersebut menyampaikan sangat mengapresiasi gagasan serta langkah yang brilian yang dilakukan pemerintah desa bersama masyarakat di Desa Mendoyo Dangin Tukad ini, dalam pemanfaatkan aliran anak Tukad Pergung (Sungai Mati) tersebut.

“Benih ikan yang ditebar ini tentunya harus dijaga dan dipelihara dengan baik, jangan dibiarkan begitu saja, setelah ikan tersebut besar, dapat dijadikan objek wisata,seperti kolam pancing, yang dapat menjadi wahana hiburan masyarakat dan tentunya mendatangkan pemasukan bagi desa, yang juga  akan berdampak pada peningkatakan perekonomian warga setempat,” ujar Bupati Artha yang didampingi Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Hadir pula Sekda I Made Sudiada, serta Para Asisten Sekda, Camat Mendoyo, dan masyarakat Desa Mendoyo Dangin Tukad.

Bupati Artha berharap kegiatan ini nantinya dapat dijadikan percontohan bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Jembrana. “Saat pandemi Covid-19 ini, banyak masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan. Tapi, dengan adanya kegiatan ini mereka akan lebih bervariatif dan kreatif untuk melaksanakan motivasi mengembangkan potensi  wilayah yang ada di daerah masing-masing,” harapannya.

(bx/tor/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news