Kamis, 06 Aug 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Kawal Protokol Era Baru, Satpol PP Bali Bentuk Tim Monitoring

10 Juli 2020, 20: 32: 27 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kawal Protokol Era Baru, Satpol PP Bali Bentuk Tim Monitoring

SIMULASI: Petugas Satpol PP Provinsi Bali meninjau sekaligus melihat simulasi penerapan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 di beberapa pusat perbelanjaan. (HUMAS PEMPROV BALI FOR BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Provinsi Bali telah melakukan pelonggaran bagi aktivitas masyarakat dalam skala lokal sejak Kamis (9/7). Pelonggaran tersebut diberlakukan dengan keharusan menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19, sebagaimana ketentuan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru.

Untuk memastikan penerapannya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali mulai membentuk tim untuk melakukan monitoring. Tim yang telah dibagi penugasannya pada Jumat (10/7) itu, akan memfokuskan diri pada objek-objek wisata, usaha wisata, atau tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan orang secara bergantian.

“Tadi (Jumat) sudah dibagi penugasannya. Ada yang ke Pecatu. Sabtu (11/7) mungkin ke kabupaten lainnya. Priroritasnya ke objek-objek wisata atau tempat usaha yang berpotensi menimbulkan kerumuhan orang. Serta yang belum menerapkan protokol,” jelas Kepala Satpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Darmadi.

Selain itu, monitoring yang akan dilakukan pihaknya bertujuan memastikan setiap obyek wisata telah menerapkan protokol tatanan kehidupan era baru. Begitu juga untuk tempat-tempat usaha. “Pendekatannya lebih persuasif. Memastikan apakah protokol sudah diterapkan. Kalau sudah (diterapkan), apakah pengusaha atau orang di tempat usaha itu sudah mengingatkan pengunjung untuk taat pada protokol. Intinya, pengusaha punya kewajiban memberikan jaminan tempat usahanya aman dari penyebaran Covid-19,” ulasnya.

Sejatinya, sambung dia, upaya ini telah terlaksana sebelum tatanan kehidupan era baru diresmikan. Pihaknya bersama beberapa komponen lainnya, baik di jajaran Pemprov Bali maupun aparat lainnya, sudah berupaya mengawal penerapan protokol kesehatan dan pencengahan Covid-19.

“Kalau pusat perbelanjaan dan toko modern sudah ada sebagian. Dalam simulasi yang kami lihat, malah ketat. Kalau pasar kami koordinasi secara berjenjang dengan Satpol PP kabupaten/kota. Dan yang terpenting Satgas di pasar-pasar tradisional,” sebutnya.

Karena itu, pada tahap ini, pihaknya mulai membagi tugas ke tempat-tempat wisata atau tempat usaha lainnya yang berpotensi menimbulkan kerumunan orang. Sekaligus mengingatkan kepada mereka untuk membentuk tim atau satuan tugas secara internal. Sehingga ada yang bertanggung jawab dan memastikan penerapan protokol sudah berjalan. “Mereka juga harus membentuk tim khusus untuk itu. Ini yang juga nanti akan kami arahkan melalui tim monitoring. Istilahnya, mereka harus punya satgas internal. Memastikan sarana prasarana untuk menunjang penerapan protokol tersedia. Mengingatkan rekan kerja atau pengunjung untuk menjalankan protokol. Mulai dari cuci tangan sampai jaga jarak fisik,” jelasnya.

Pihaknya akan berupaya menerapkan pola persuasif dalam upaya memasyarakatkan protokol tatanan kehidupan era baru. Karena, menurutnya, ini menyangkut kebiasaan. “Memang harus pelan-pelan untuk mengingatkan bahwa ini (protokol) penting dilakukan. Jangan hanya sibuk buka usaha. Tapi mengabaikan keselamatan dan kesehatan bersama,” pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news