Rabu, 12 Aug 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

BI Sosialisasikan Qris, Masyarakat Belum Sepenuhnya Paham  

11 Juli 2020, 09: 39: 11 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

BI Sosialisasikan Qris, Masyarakat Belum Sepenuhnya Paham   

MUDAH : Menggunakan aplikasi Qris untuk transaksi tidak ribet. (Agung Bayu/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Untuk mempermudah transaksi saat melakukan pembayaran, Bank Indonesia (BI) meluncurkan aplikasi baru bernama Qris. Qris merupakan salah satu metode pembayaran non tunai dengan mengunakan kode batang (Barcode) yang bisa diakses melalui handphone android dan iOS. 

Pembayaran melalui Qris dilakukan untuk mengurangi kontak fisik antara pedagang dan pembeli. Sehingga diharapkan dapat menekan penularan Covid-19 di tempat umum. Para pedagang dan pembeli diwajibkan untuk menggunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak. 

Meskipun telah disosialisasikan ke beberapa tempat umum di Kota Denpasar, seperti pasar dan juga tempat wisata lainnya, masyarakat belum sepenuhnya paham dengan penggunaan Qris ini. Berbagai tanggapan pun muncul dari pedagang dan juga pembeli. 

Dari pantauan di pasar Badung, beberpa penjual masih belum menggunakan Qris kendati telah disosialisasikan dan mengetahui Qris tersebut. Seperti halnya Dewirta, penjual pakaian di Pasar Badung. Ia memilih untuk tidak menggunakan Qris karena berjualan di pasar. Ia mengaku telah mengetahui aplikasi Qris. Namun berbalik dengan pembelinya. “Pembayaran non tunai ini bagi saya pribadi memang efektif untuk meminimalkan kontak dengan pembeli. Tapi saya pakai M-Banking saja. Pembeli saya juga banyak yang memilih pembayaran tunai. Jadi saya tidak pakai Qris. Di samping itu kan ini di pasar ya, lebih gampang pakai tunai,” ungkapnya. 

Tanggapan lainnya dari Gusde, penjual telur di Pasar Badung. Berbeda dengan Dewirta, Gusde tidak mengetahui apa itu Qris. “Saya gak pakai. Yang pakai aplikasi gitu paling orang-orang milenial aja. Kalau ibu-ibu gak ada yang pakai sih setahu saya. Kebanyakan yang belanja sama saya ya pakai tunai saja,” kata dia. 

Di sisi lain, salah satu pembeli yang meggunakan aplikasi Qris, Yanti, mengatakan, sistem pembayaran non tunai dengan Qris ini sangat mudah dan tidak perlu kontak langsung dengan penjual saat melakukan pembayaran. Ini juga menjadi salah satu cara untuk menekan penularan Covid-19 di tempat umum. “Sangat mudah sekali, saya sempat belanja pakai Qris, tinggal scan barcode saja kemudian tentukan nominalnya berapa. Dalam m-Banking itu sudah ada langsung aplikasinya. Jadi gak perlu download lagi,” kata dia saat ditemui di Pasar Sindhu. 

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menargetkan, seluruh pedagang dan pembeli menggunakan Qris dalam melakukan transaksi. Begitu juga dengan seluruh perbankan di Bali akan dilengkapi dengan sistem pembayaran Qris. “Qris ini sangat mudah. Seluruh bank di Bali kami dorong untuk menggunakan Qris. Ini bukan barang susah kok. Kalau masih tidak paham tanya saya, tanya bank-bank yang sudah pakai Qris. Gampang, dua  menit selesai,” ujarnya. 

Trisno Nugroho menambahkan, tatanan kehidupan era baru ini, merupakan salah satu upaya untuk kembali menghidupkan sektor perekonomian masyarakat di Bali secara keseluruhan. Saat ini perekonomian Bali cutup terpuruk. Indeknya saat ini ada di minus enam pertumbuhan ekonomi Bali, karena sektor pariwisata terpuruk. 

(bx/tya/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news