Sabtu, 28 Nov 2020
baliexpress
Home > Bali Under The Moon
icon featured
Bali Under The Moon

Galung Tuntaskan Karya Seni 'Stay@rtHome'

17 Juli 2020, 10: 22: 09 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Galung Tuntaskan Karya Seni Stay@rtHome

PERENUNGAN : Pandemi Covid-19, jadi momen perenungan bagi Galung, sekaligus tetap berkarya dari rumah. (istimewa)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Wabah pandemi Covid-19 mengubah tatanan kehidupan berubah drastis. Begitu juga dengan kegaiatan seni, khususnya seni rupa. Sesuai dengan anjuran protokol kesehatan, semua kegiatan yang mendatangkan banyak orang atau kerumanan warga dihentikan.Kondisi keseharian yang 'aneh' ini, mau tidak mau harus diterima.

Namun, bagi perupa Galung Wiratmaja, berdiam di rumah merupakan momen perenungan diri (refleksi). Yang namanya seniman terlalu lama berdiam di rumah perasaan gundah itu diakuinya menyerang. "Berkarya adalah salah satu cara pelampiasan mengisi waktu luang selama di rumah," aku perupa asal Sukawati, Gianyar ini kepada Bali Express ( Jawa Pos Group), pekan kemarin.Dikatakan Galung, memilih jalan hidup sebagai seniman adalah predikat bagi mereka yang menetapkan pilihan hidupnya untuk berkesenian. Produk yang dihasilkan adalah berupa karya seni, gagasan, pemikiran seputaran seni, dan lain - lainnya.

Mengerucut ke seni rupa, perupa dengan karya seni visualnya, baik itu lukisan, patung, seni instalasi dan produk - produk seni terkini lainnya,  merupakan rangkaian proses panjang, karena menyangkut aktualisasi diri, baik itu berupa gagasan, capaian artistik, atau mungkin  juga impian  yang kadang melampaui zamannya. " Tangan ini gatal kepengen mengambil palet memainkan kanvas. Tumpukan ketajaman intuisi pikiran terus menghampiri, jadi berkarya saat situasi seperti ini adalah jawaban, " ujarnya. 

Galung berpendapat ketika karya seni tercipta, tahapan selanjutnya adalah mempublikasikan kepada khalayak dalam sebuah pameran, sebagai bentuk pertanggungjawaban seniman dengan karyanya kepada masyarakat. Terkendala pandemi Covid 19 yang mulai mewabah awal tahun ini, tentu saja sangat berpengaruh pada semua lini kehidupan, termasuk pada rangkaian proses memamerkan karya di ruang - ruang seni dengan melibatkan banyak orang untuk berkumpul sebagai apresian. 

Imbuan untuk menjauhi keramaian dan tetap tinggal di rumah sesuai protokol kesehatan melawan Covid- 19, secara otomatis segala kegiatan yang menimbulkan  keramaian ditiadakan. " Setelah karya itu ada, ruang pameran terbentur dengan situasi yang tidak memungkinkan, jadi memutuskan berpameran di rumah saja, di studio saya , " cetusnya. Galung berkelakar 'Stay at Home' mengharuskan kita  tinggal di rumah, untuk seniman tentu saja tetap berkesenian secara utuh.

Dikatakan Galung, respon atas situasi itu merangsang untuk melahirkan sebuah proyek seni yg bertajuk 'Stay@rtHome', bila dimaknai kurang lebih bisa diartikan sebagai upaya untuk tetap berkesenian di rumah atau studio, juga untuk aktivitas berpameran dengan memanfaatkan media online agar tersampaikan ke publik secara virtual.

"Stay@rtHome adalah sebuah proyek seni yang lebih menekankan sisi kebebasan dan refreshment bagi diri, agar bisa sedikit berjarak terhadap situasi kini yang hampir tidak terprediksi sebelumnya, dimana buntutnya berdampak pada melemahkan semangat berkesenian,"ujar Galung.

Dengan berkarya seenjoi mungkin, lanjut Galung, rilek, bebas, ringan  tanpa beban, ukuran kecil dengan bahasa ungkap abstrak ekspresionis, efeknya terasa plong dan melegakan. "Semoga saja dengan itu, imun tubuh lebih menguat," harapnya. Dalam kondisi yang terbatas itu, Galung akhirnya melahirkan beberapa karya, dan dipilih 24 lukisan dengan ukuran sama, 20 x  30 Cm yang didisplay di GWART Studio, dipamerkan secara online.  

(bx/rin/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news