Rabu, 29 Sep 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Bali Dukung Penuh Perhelatan PON XX Papua

26 Juli 2020, 21: 07: 50 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bali Dukung Penuh Perhelatan PON XX Papua

DISKUSI: Suasana diskusi terkait persiapan perhelatan PON XX Papua yang digelar secara online, Sabtu (25/7). (NORIS SAPUTRA FOR BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Dukungan terhadap perhelatan PON XX Papua berdatangan dari berbagai kalangan di Bali. Itu terlihat dalam diskusi online yang diselenggarakan Aliansi Pemuda Indonesia (API), Sabtu (25/7) melalui Zoom Meeting.

Sekretaris Umum KONI Bali IGN Oka Darmawan membeberkan kesiapan Papua dalam perhelatan akbar olahraga nasional tersebut. “Papua sudah sangat siap untuk menjadi tuan rumah PON. Itu terlihat dari setiap perkembangan yang kami ikuti. Bahkan nanti akomodasi kontingen selama di sana akan digratiskan oleh Papua. Ini yang luar biasa,” jelasnya.

Kesiapan Papua terlihat dari segi infrastruktur, SDM (sumber daya manusia), terutama telah berhasil dibangunnya Stadion Papua Bangkit sebagai venue utama, yang juga mendapat pujian dari semua pihak.

Baca juga: Bupati Suwirta Lirik Tanah Rampasan Candra di Nusa Penida

“Mengenai keamanan, pihak Polda (Polda Papua, Red) dan Kodam (Kodam Cendrawasih, Red) di sana juga sudah menjamin. Proses suatu daerah menjadi tuan rumah itu panjang. Dulu Papua juga bersaing dengan Bali, Sumatera Utara. Namun yang dipilih Papua, karena dinilai paling siap,” tambahnya.

Oka Darmawan juga menambahkan, hasil evaluasi nasional, perhelatan nasional ini akan dimundurkan hingga tahun 2021 karena wabah Covid-19. Dengan dimundurkannya waktu pelaksanaannya, tidak mengurangi semangat Papua dalam perhelatan tersebut. Kontingen Bali sendiri terus melaksanakan persiapan menghadapi event tersebut, walaupun masih dibatasi dengan latihan di rumah atau latihan terbatas.

Sedangkan Budayawan dan Peneliti Papua Ngurah Suryawan menerangkan, ajang PON XX Papua harus melibatkan masyarakat Papua secara maksimal. “Melihat Papua tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga SDM Papua yang harus terlibat aktif,” paparnya.

Masyarakat Papua yang unik dan memiliki kebudayaan, harus dipahami para kontingen yang datang ke Papua secara baik. “Papua memiliki 265 bahasa dan budaya yang berbeda. Karakter masyarakat pesisir dan pegunungan sangat berbeda dengan daerah lain,” beber Suryawan.

Sementara Akademisi Universitas Warmadewa Dr. Toto Nurasto menerangkan, keseriusan pemerintah pusat dalam PON XX Papua menunjukkan adanya keadilan pembangunan infrastruktur di Papua yang sudah ditunjukkan pemerintah pusat. “Pemerintah saat ini sudah serius dan hasilnya terlihat dalam membangun Papua saat ini. Ajang PON ini tentunya akan memberi dampak secara ekonomi yang besar bagi masyarakat Papua,” jelasnya.

Sementara itu, Suwardi Rasyid seorang pegiat olahraga panjat tebing di Buleleng menerangkan, PON harus sebagai ajang silaturahmi dan penguatan sinergi nasional. “Di atas prestasi ada kejujuran. Itu yang harus diutamakan, dan PON XX ini harus menjadi ajang silaturahmi bagi seluruh anak bangsa untuk saling mengenal kebudayaan,” ungkapnya.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP