Rabu, 12 Aug 2020
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Giri Prasta Punya Kekuatan Alam, Soal Paket Diatmika - Muntra

28 Juli 2020, 19: 32: 38 WIB | editor : Nyoman Suarna

Giri Prasta Punya Kekuatan Alam, Soal Paket Diatmika - Muntra

RAPAT PARIPURNA : Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memberi keterangan pers usai rapat paripurna DPRD Badung, Selasa (28/7) di gedung dewan. (SURPA ADISASTRA/BALI EXPRESS)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - I Nyoman Giri Prasta selaku petahana tak terlalu ambil pusing terkait munculnya nama Diatmika - Muntra sebagai lawan dalam Pilkada yang dimunculkan Koalisi Rakyat Badung Bangkit (KRBB).

Menurutnya, masyarakat Badung bisa menilai kinerja dirinya saat memimpin sejak 2016. Bahkan Ketua DPC PDIP Badung ini sempat menyinggung kekuatan ‘banteng moncong putih’di parlemen Badung.

Giri Prasta justru menyambut baik jika ada warga Badung yang ingin ikut kontestasi di Pilkada Badung. Hal ini merupakan bagian dari dinamika demokrasi. “Siapapun orangnya tidak ada menantang Giri Prasta. Kami, kalau bicara demokrasi yang bagus dan berjalan dengan baik, tentu ada kesiapan warga Kabupaten Badung yang ikut kontestan ini,” ungkapnya usai rapat paripurna DPRD Badung, Selasa (28/7) di gedung dewan.

Mantan ketua DPRD Badung dua periode ini melanjutkan, meski ada bakal calon lain yang ikut bertarung dalam memperebutkan kursi bupati dan wakil bupati, ia enggan disebut beradu. “Maaf di sini tidak ada adu-mengadu. Yang ada hanya disandingkan,” ujarnya.

Hanya saja, menurut Giri Prasta, masyarakat ‘Gumi Keris’ bisa melihat dan menilai kinerja dirinya bersama jajaran selama hampir lima tahun ini sehingga masyarakat bisa melihat figur dalam menggunakan hak pilihnya. “Sayu yakin dan percaya masyarakat Badung sudah melek. SDM masyarakat Badung sudah menengah ke atas. Masyarakat akan mengetahui siapa sosok figur pilihan mereka. Apa yang telah pernah dibuat untuk kesejahteraan masyarakat secara umum. Apa kebijakan sebagai wujud bukti untuk masyarakat,” bebernya.

Bahkan pria asal Pelaga, Petang ini tak segan ‘unjuk’ kekuatan di kursi parlemen Badung, mengingat  70 persen kursi di dewan diduduki PDIP, yakni 28 kursi dari total 40 kursi yang ada. “Kalau mau jujur ya, saya mempunyai kekuatan yang diberikan alam dan krama Badung. Kenapa? Karena kami memiliki contoh fraksi. Fraksi adalah 28 orang. Dari 28 fraksi ini, kita melihat 2/3. Pengambilan keputusan yang di DPRD adalah 2/3. Pertanyaannya sederhana, fraksi kami 28. Sehingga apa yang dilakukan untuk kebutuhan masyarakat bisa berjalan,” jelasnya.

Ia juga memuji dewan yang berasal dari partai Demokrat yang selama ini mendukung kinerja pemerintah. “Apalagi kawan-kawan saya yang di Fraksi Demokrat luar biasa. Dan terutama masyarakat Badung yang akan melihat,” imbuhnya.

Giri Prasta juga mengomentari mitos ‘2121’ yang beredar. Hal ini terkait masa kepemimpinan Bupati Badung yang belakangan berselang-seling. Misalnya saat Bupati Alit Putra dua periode, kemudian Cok Ratmadi menjabat satu periode, AA Gde Agung kembali dua periode, dan sekarang giliran Giri Prasta.

Menurutnya, dikaitkan dengan periode memimpin belum genap satu periode, karena berakhir 2021. Namun oleh pemerintah melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah dilakukan pemilihan lagi, yakni 9 Desember mendatang. “Terus yang kedua, ada mitos ini. Kalau untuk melawan Giri Prasta ada 121. Kalau bicara kemarin yang sudah satu, zaman Gde Agung dua, berarti zaman saya satu. Saya akan jawab sekarang, zaman Giri Prasta tidak satu, tapi setengah. Kalau satu Giri Prasta berarti 2021, karena dimajukan (Pilkada) oleh KPU melalui Kemendagri. Jadi saya tidak kena satu itu. Hanya setengah berarti saya. Karena berakhir saya 2021,”ujarnya.

Giri Prasta tak ingin masyarakat terpengaruh mitos tersebut. “Ini saya beri pemahaman. Biar tidak mitos dijadikan sebagai gambaran untuk masyarakat. Masyarakat butuh kenyataan, ini sebagai salah satu kesatria, satya wacana yang diberikan Giri Prasta,” tegasnya.

Nah, soal rekomendasi PDIP untuk Pilkada Badung, Giri Prasta mengaku tak berani mendahului keputusan resmi. “Soal rekomendasi, merupakan kewenangan DPP. Dan sampai sekarang belum kita ambil. Makanya sampai sekarang belum berani mengatakan secara pribadi. Ini saya tidak akan pernah melampaui kemampuan Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum PDI Perjuangan,” akunya.

Berkenaan dengan itu, suami Seniasih Giri Prasta inipun menegaskan, masih menunggu rekomendasi tersebut. “Kami akan melihat, menunggu. Sabar,” tandasnya.

Seperti diketahui, KRBB yang di dalamnya ada Partai Golkar, Gerindra, dan Nasdem  telah memunculkan nama yang digadang-gadang akan bertarung dengan Giri Prasta. Keduanya adalah I Gusti Ngurah Agung Diatmika dan I Wayan Muntra (Diatmika-Muntra). Hanya saja, kepastian keduanya maju dan rekomendasi partai-partai di KRBB masih berproses. “Saya kira 80 persenlah (kepastian Diatmika-Muntra), karena yang 20 persen kan menunggu rekomendasi partai-partai,” ungkap Ketua KRBB AA Tri Candra Arka alias Gung Cok belum lama ini.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news