Rabu, 12 Aug 2020
baliexpress
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment
Ikuti Kejuaraan Dunia di Prancis

Petanque Pilih Beraksi di Tanah Lot dan Danau Beratan

29 Juli 2020, 19: 34: 19 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Petanque Pilih Beraksi di Tanah Lot dan Danau Beratan

KEJUARAAN DUNIA : Salah satu atlet petanque yang mengikuti kejuaraan dunia online, sedang membidik sasaran dengan latar belakang Pura Ulun Danu Beratan. (istimewa)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Kejuaraan dunia petanque yang diselenggarakan secara daring disambut antusias oleh Pengprov FOPI Bali.Setelah atlet dipilih, kemudian tempat pun sudah ditentukan. Adalah dua tempat, yakni Daerah Tujuan Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan dan Tanah Lot yang dipilih sebagai lokasi pengambilan video. Hal itu diutarakan Ketua Umum Pengprov Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Bali, I Nyoman Yamadhiputra.

Pemilihan kedua tempat itu diakui sangat cocok karena memiliki panorama alam yang indah. "Selain itu, dua tempat tersebut juga sudah direkomendasikan oleh Dinas Pariwisata Tabanan," ujarnya , Rabu (29/7). Dikatakannya, pengambilan video harus di tempat terbuka, karena  salah satu syarat untuk menjadi pemenang dalam kejuaraan dunia.

Selain faktor alam, dengan mengikuti kejuaraan dunia ini, lanjutnya, secara tidak langsung mengenalkan pariwisata Bali, khususnya yang berada di Tabanan. "Mengingat kejuaraan ini diikuti oleh banyak negara, diharapkan DTW tersebut akan lebih dikenal oleh komunitas petanque di seluruh dunia," terang Yamadhiputra.

Pengambilan video berlangsung beberapa hari. Dari jadwal kejuaraan dunia tersebut, peserta diperbolehkan membuat video dari tanggal 27 Juli sampai 2 Agustus, karena di tanggal 3 Agustus, video sudah harus dikirim ke Prancis oleh FOPI Pusat. Lalu, tanggal 6 - 8 Agustus diseleksi dan diumumkan pemenangnya.

Untuk kategori yang dipertandingkan adalah shooting modifikasi dan shooting phartian (nomor seni/atraksi dengan menembak bola sasaran yang tergantung atau berada di atas sebuah obyek).

Sementara itu, Ketua Pengkab FOPI Tabanan, I Ketut Westra, yang dikonfirmasi terpisah, menuturkan, dari 6 atlet terpilih, 5 diantaranya berasal dari Tabanan. "Awalnya kami mengusulkan 12 atlet, namun hanya 5 yang terpilih. Alasannya karena persyaratan atlet yang boleh ikut harus memiliki paspor. Maka dari itu, hanya 5 saja yang diperbolehkan," beber Ketut Westra.

Kelima atlet itu juga disebutkan merupakan atlet senior Tabanan yang turut serta menyumbang medali di Porprov Bali 2019 lalu, sehingga Tabanan keluar sebagai juara umum cabor petanque. Mereka adalah I Made Khrisna Dwipayana, Putu Kurnia Shintia Pradnya Dewi, Kadek Alpida Arta Dwi Cahyani, Ni Putu Swara Dewi Wulandari, dan Ni Wayan Tisna Dianti. Sedangkan satu atlet lainnya yakni Luh Abdi Julia Lestari berasal dari Buleleng.

atan

(bx/dip/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news