Rabu, 12 Aug 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Banyak Kios Tutup, Pasar Loka Crana Kotor

29 Juli 2020, 21: 33: 29 WIB | editor : Nyoman Suarna

Banyak Kios Tutup, Pasar Loka Crana Kotor

KOTOR: Kios tutup, lantai Pasar Loka Crana kotor. Tampak kotoran anjing berserakan. (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Kondisi Pasar Loka Crana, Bangli memprihatinkan. Selain banyak tutup di lantai atas, juga tidak semua areal gedung megah tersebut terawatt dan terlihat kotor. Kotoran anjing berserakan, terutama di areal kios yang tutup lantai atas bagian  barat.

Salah seorang pedagang Novi Wahyuni mengatakan, selama dia berjualan di sana, memang tidak ada petugas kebersihan dari pihak pengelola pasar. Pedagang  membersihkan areal kiosnya masing-masing. Otomatis, areal kios yang berhari-hari, bahkan berbulan-bulan tidak pernah buka, menjadi kotor.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli I Wayan Gunawan mengatakan,  Disperindag melalui pengelola pasar seharusnya menempatkan petugas kebersihan di sana. Namun faktanya, itu tidak ada. Pedagang membersihkan sendiri kawasan tempatnya berjualan. “Kalau kiosnya tidak ditempati, jadinya kotor,” ujar Gunawan, Rabu (29/7).

Gunawan mengaku akan komunikasi dengan pengelola pasar agar ditempatkan petugas kebersihan di sana sehingga pasar selalu bersih, tidak ketergantungan dari pedagang.

Sementara disinggung terkait masih banyak kios tutup, pejabat asal Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku itu mengaku akan kembali mengumpulkan pedagang yang tidak pernah berjualan. Hal tersebut sebenarnya sudah sempat dilakukan sebelum pandemi Covid-19. Setelah dikumpulkan, sejumlah pedagang diminta komitmennya, berjualan atau tidak. Ternyata sebelum dilakukan evaluasi, keburu Covid-19. Dinas setempat tidak bisa mengarahkan pedagang untuk berjualan. “Nanti dikumpulkan lagi,” jelas Gunawan.

Sama halnya dengan yang sudah pernah dilakukan, pedagang diminta komitmen. Jika memang mau mempertahankan kiosnya, harus berjualan. Jika tidak, kios akan dialihkan ke orang lain. “Yang tidak mau berjualan, biar ditarik,” tegas Gunawan.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news