Rabu, 12 Aug 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis
Bali Live On Nature 2020

Seniman Beraksi Gairahkan dan Promosikan Pariwisata Bali

30 Juli 2020, 11: 05: 20 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Seniman Beraksi Gairahkan dan Promosikan Pariwisata Bali

NATURE : Bali Live On Nature  akan dimulai dari kawasan pemuteran, Buleleng. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-Di masa pandemi beragam terobosan dilakukan oleh pelaku pariwisata dan seniman. Seperti yang digagas MCast Pregina Showbiz Bali yang didukung Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, meluncurkan paket bertajuk 'Bali Live On Nature'. 

Owner MCast Pregina Showbiz Bali yang juga penggagas acara 'Bali Live On Nature', I Gusti Agung Bagus Mantra S.Par,  mengatakan, paket 'Bali Live On Nature' (Sing with the universe) sebuah alternatif kemasan pertunjukan yang dibuat di berbagai  kawasan destinasi pariwisata di Bali, yang berbasiskan keindahan serta lingkungan yang alami dan heritage.

Langkah yang didukung  Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, lanjutnya, sebagai upaya untuk tetap semangat dengan spirit kebersamaan dengan energi kebijaksanaan dan selalu positif mempromosikan pariwisata Bali untuk target domestik maupun mancanegara, dengan branding terbarunya yaitu 'Thoughtfull Indonesia'.

Dijelaskan pria yang akrab dipanggil Gus Mantra ini, Bali Live On Nature merupakan persembahan yang berbasiskan metode penggarapan tayangan Live Tapping yang diputar dan dapat disaksikan oleh seluruh pemirsa dan disimpan di platform youtube.

Menurut rencana, Gus Mantra yang juga Ketua Yayasan Karang Lestari, Pemuteran ini, mengatakan, 'Bali Live On Nature' akan digelar di beberapa Kawasan pariwisata di Bali. "Kami tentunya mengharapkan dukungan segenap pihak dengan spirit kebersamaan dan tetap mengaplikasikan protokol kesehatan physical distancing," urai pria yang juga berkecimpung di bisnis pariwisata ini, kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Kamis (30/7) di Sanur.

Tayangan ini akan berdurasi 60 menit, yang akan berisi komposisi persembahan garapan musik oleh kelompok seni / band / duo trio dari Kawasan Live On Nature , serta sisipan talkshow mempromosikan destinasi kawasan wisata, termasuk menyangkut  persiapan penerapan protokol kesehatan, agar nantinya siap menerima kunjungan  wisatawan mancanegara saat kondisi global telah dibuka.

Episode 1 bertajuk Pemuteran Bay Buleleng Northwest Bali. Garapan produksi 2 Agustus 2020. Dijelaskan Gus Mantra, episode pertama yang proses  produksi ( Live Tapping ) Multitrack & Multicamera pada 2 Agustus 2020 ini, akan dipersembahkan dari Desa Pemuteran Buleleng Bali Barat, sebuah desa pesisir yang sejak tahun 90 an menerapkan memulai konsep pariwisata berbasis lingkungan dan masyarakat  yang telah memenangkan berbagai macam penghargaan pariwisata dan lingkungan tingkat dunia mewakili Indonesia, seperti UNDP Equator Prize, UNWTO, WTTC, PATA Gold Award.

" Raihan prestasi yang paling terakhir di tahun 2020 ini, yang seharusnya diserahkan pada ITB Berlin 2020, Pemuteran terpilih masuk dalam tiga besar International Green Destination Award ( Nature  Award ) bersaing dengan ratusan destinasi pariwisata di seluruh dunia," terang Gus Mantra.

Pemuteran memiliki perjalanan yang panjang dalam meniti proses transformasi pariwisata berbasiskan lingkungan dan masyarakat. "Ratusan struktur terumbu karang dengan metode biorock yang telah tumbuh dan berkembang, menjadikan kawasan ini hidup kembali dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat serta lingkungan itu sendiri yang ditangani di bawah naungan Yayasan Karang Lestari, Pemuteran," urainya.

Artis atau seniman  yang akan tampil dalam episode pertama, yang akan diambil di Kawasan Bukit Ser dan  Bukit Kursi Pemuteran adalah grup music Bali Blues Brothers yang merupakan band duta promosi  Bali ke sejumlah negara. Bali Blues Brothers yang dibentuk Gus Mantra ini, juga sebagai band founder Bali Blues Fest yang telah menyelenggarakan Bali Blues Festival sejak 2015. Dalam ajang festival international, band ini juga sebagai perwakilan beberapa band yang ada di Bali yang direform menjadi sebuah kesatuan, yaitu Bali Blues Brothers.

Sejak tiga  tahun lalu, Bali Blues Brothers kerap tampil di festival international, seperti Byron Bay Blues Fest, International Bali Blues Fest, serta tour eropa seperti Belanda, Hannover, Berlin, Frankfurt, dan lainnya. "Band ini membawa misi budaya melalui musik, dan mempromosikan berbagai event atau festival yang ada di Bali. Dengan genre Blues dan World music yang berkolaborasi dengan Gus Teja, seorang composer music tradisi di Bali yang telah mendunia dengan album world musiknya," urainya.

Bali Blues Brothers ditopang  Agung Bagus Mantra ( Drummer ), Krisna Dharmawan ( Guitar), Sandi Lazuardi ( Saxophone ), Bobi Dinar ( Vokalist ), dan Gde Kurniawan ( Bassist ). Penampil lainnya adalah Agung Ocha, seorang vokalis yang sangat dikenal di Bali  dengan tembangnya yang berjudul Taksu. Ocha yang bergabung dengan Dewa Budjana di kelompok Nyanyian Dharma, kerap melakukan tour budaya  di kawasan India, Gangga, dalam memperkenalkan budaya Bali secara spiritual untuk dikunjungi oleh wisatawan India.

Terlibat juga Gusagung Gautama, pendatang baru di industri musik di Bali, yang baru saja memenangkan ajang pencarian bakat The Voice Indonesia 2019 sebagai runner up. Pria kelahiran Sanur ini masih semester dua di bangku kuliah Universitas Udayana Denpasar Bali.

Bali Live On Nature ini diharapkan terus dapat berlangsung di berbagai kawasan yang indah dan alami, serta dengan kekuatan heritagenya di Bali. Juga mempersembakan berbagai  seniman di Bali, sebagai bentuk untuk recovery kebangkitan semangat berkarya dan berkebudayaan dalam masa pandemik. Cara ini, sekaligus mempersiapkan diri untuk persaingan global nantinya yang belum dapat diprediksi akibat pandemik yang diharapkan segera berakhir.

Dengan semangat kebersamaan serta energi positif, selalu berdoa, bersyukur, bekerja keras, dan  mematuhi aturan yang diterapkan, lanjutnya, tentunya kita akan segera lewati cobaan ini bersama. "Bali Live On Nature tayangan edisi perdana akan kita premiere launching di Bulan Agustus ini, " paparnya.

Dijelaskan Gus Mantra, edisi selanjutnya nantinya akan ditentukan dengan berbagai pilihan destinasi dan artist, seperti Taman Ujung Karangasem, Taman Ayun  Mengwi, Pantai Sanur, Uluwatu, dan tempat lainnya. Seniman yang digaet juga dari berbagai varian, seperti  Ayu Laksmi, Balawan, Nyanyian Dharma, Joni Agung & Bali Reggae Movement, dan komunitas seni pertunjukan lainnya. "Semoga apa yang kita cita citakan dapat terlaksana, tentunya dengan dukungan pemerintah dan segenap pihak," pungkasnya.

(bx/rin/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news