Rabu, 12 Aug 2020
baliexpress
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

PJSI Bali Berharap Pelatnas Tak Tiba-tiba Panggil Atlet

31 Juli 2020, 16: 55: 20 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

PJSI Bali Berharap Pelatnas Tak Tiba-tiba Panggil Atlet

ATUR WAKTU : Sebagai langganan timnas judo, atlet judo Bali sering mendapat panggilan timnas. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Judoka putra dan putri Bali, khususnya yang berlabel nasional dan internasional, nampaknya harus menyiapkan diri lebih matang lagi. Pasalnya, kemungkinkan besar di tahun 2021 akan ada tiga event besar yang jaraknya sangat dekat untuk diikuti dan dikhawatirkan ada panggilan mendadak dari pelatnas, khusus mengikuti event internasional.

Menurut Wakil Ketua Umum Pengprov Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Bali, I Nengah Sudiartha, tiga event tersebut adalah Olimpiade Tokyo, SEA Games Vietnam, dan satu event local, yakni PON XX/2021 di Papua.

"Bisa dibilang judoka putra dan putri Bali memang langganan timnas untuk persiapan event dunia. Kami harap nantinya pihak Pelatnas harus mengatur kondisi puncak, sesuai dengan sasaran event. Jadi, jauh-jauh hari Pelatnas harus sudah menyiapkan program sasaran yang mau disasar," beber Sudiartha, Jumat (31/7).

Dicontohkannya,  misalkan pihak Pelatnas sedang mempersiapkan untuk Olimpiade Tokyo, harus secepatnya atlet dipanggil dan diberikan program yang arahnya memang untuk turun di Olimpiade. “Jangan ketika PJSI Bali menyiapkan program ke arah kondisi puncak untuk PON, tiba-tiba dipanggil mendadak untuk Olimpiade atau SEA Games,” urainya.

Bahkan, untuk sekarang ini saja, lanjutnya, masih belum bisa dipastikan kapan bulan gelaran Olimpiade Tokyo pasca ditunda, termasuk untuk PON Papua yang  juga sudah ditunda. Sedangkan untuk SEA Games rencana awal bakal digelar pada November.

Hal itu kerapkali terjadi, akibatnya ketika judoka Bali dipoles untuk kondisi puncak di PON, ternyata mendadak dipanggil  Pelatnas untuk SEA Games atau event internasional lainnya. Akibatnya program kondisi puncak untuk PON berubah, dan akhirnya judoka gagal memberikan  prestasi.  "Makanya ini harus diperhatikan Pelatnas. Jangan atlet dipanggil untuk event internasional setelah event itu didiamkan tanpa latihan atau dipulangkan sehingga berpengaruh buruk terhadap kualitas fisik dan teknik judoka itu sendiri," tutup Sudiartha.

(bx/dip/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news