Rabu, 12 Aug 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

DED Buyan Tuntas, Danau Tamblingan Menyusul

31 Juli 2020, 17: 46: 13 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

DED Buyan Tuntas, Danau Tamblingan Menyusul

KORDINASI : Bupati Suradnyana gelar rapat kordinasi dengan Perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bali terkait penataan Danau Buyan dan Tamblingan, Kamis (30/7) lalu. (istimewa)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Detail Engineering Design (DED) untuk penataan kawasan Danau Buyan yang terletak di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, telah rampung dikerjakan. Selanjutnya akan diadakan rapat kembali, agar perencanaan detail gambar kerja Tamblingan dapat dirampungkan tahun ini.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, menjelaskan, pihaknya akan menganggarkan penataan Danau Buyan dan Tamblingan tersebut pada tahun 2021 mendatang. “Kami coba carikan sumber anggarannya, bisa dari PAD sendiri, bisa dari pusat, ataupun juga pemerintah provinsi daerah. Ini adalah upaya untuk menambah obyek wisata di daerah atas,” ungkapnya.

Masyarakat di Desa Pancasari pun diharapkan  bisa menikmati dampak dari keberadaan danau tersebut. Pihaknya pun menglaim sudah memiliki masterplannya. Suradnyana optimis, konservasi akan memberi dampak positif pada pengembangan Danau Buyan dan Tamblingan untuk pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dengan tidak memperpanjang hak guna bangunan (HGB) di Buyan, dan status tanahnya sudah masuk ke tanah negara bebas.

“Kami sedang ajukan untuk hak pengelolaan (HPL). Masyarakat Pancasari tidak usah khawatir kalau itu jadi HPL. Pemerintah siap akan memelihara, tentu secara jangka panjang atau sustainable harus dilakukan penataan. Seperti penambahan toilet, menjaga kebersihan lingkungan, dan membuat sebuah atraksi di sana agar lebih menarik,” imbuhnya.

Keberadaan badan pengelola danau nantnya, sebut Suradnyana, sangat dibutuhkan. BUMDes pun boleh menjadi pengelolanya, tinggal mengajukan proposal model pengelolaannya. Pemkab saat ini sedang menjalankan DED penataan Danau Buyan.

“Saya harapkan PU segera koordinasi dengan KSDA, kalau mau dijadikan tempat camping, harus dibuat model yang sudah tertata. Jangan dibuat murah, sehingga semerawut dan penataannya susah. Penataannya dulu, setelah tertata disana, maka dapat difungsikan menjadi jalur bersepeda dan juga jadi kawasan penyangga,” terangnya lagi.

Pihaknya pun telah melakukan penyamaan persepsi untuk mempertegas kewenangan antara pejabat struktural dari kementerian, sehingga bisa menjadi satu pintu. “Pemda akan menjembatani, pusat akan memberikan penyesuaian regulasi untuk bersama-sama ada produk hukum yang bisa digunakan untuk menjaga lingkungan, memberi pemberdayaan dan kenyamanan pada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Balai KSDA Bali, Sumarsono menyebut jika program dari Pemkab Buleleng dipastikan akan mendapat dukungan penuh dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA). Kendati demikian, bila kedepan masih ditemui hambatan, maka akan dicarikan jalan keluarnya, kalau masih melanggar aturan akan diarahkan  menyesuaikan dengan aturan. “Prinsipnya semua program dari Pemerintah Daerah kita dukung dan kita sinkronkan dengan program di pusat,” singkatnya.

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news