Rabu, 12 Aug 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Wagub Cok Ace Sambut 48 Wisnus di Bandara Ngurah Rai

31 Juli 2020, 20: 09: 38 WIB | editor : Nyoman Suarna

Wagub Cok Ace Sambut 48 Wisnus di Bandara Ngurah Rai

SAMBUT : Wagub Cok Ace menyambut kedatangan 48 wisatawan nusantara (wisnus) pada hari pertama penerapatan tatanan kehidupan era baru tahap kedua di Bandara Ngurah Rai, Jumat (31/7). (HUMAS PEMPROV BALI FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BADUNG, BALI EXPRESS – Terhitung mulai Jumat (31/7), sektor pariwisata di Provinsi Bali yang sempat digembok selama kurang lebih empat bulan mulai dibuka kembali. Itupun baru sebatas untuk wisatawan nusantara (wisnus) sebagaimana skenario dari penerapan tatanan kehidupan era baru tahap kedua di Provinsi Bali.

Selain diawali dengan acara deklarasi di Kawasan Pariwisata Terpadu ITDC Nusa Dua, pada Kamis (30/7), penerapan tatanan kehidupan era baru tahap kedua pada hari pertama diisi pula dengan penyambutan wisnus di Terminal Kedatangan Domestik, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Jumat (31/7).

Penyambutan ini dilakukan langsung Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace bersama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, serta sejumlah pimpinan asosiasi pariwisata, Danlanud, dan Otoritas Bandara.

Ada 84 orang wisatawan domestik yang disambut kala itu. Mereka mendarat di Bali setelah menempuh penerbangan dari Jakarta dengan menggunakan pesawat GA 402. Penyambutan tersebut ditandai dengan pemberian kalungan bunga serta greeting atau ucapan selamat datang.

Wagub Cok Ace menyebutkan, acara serimonial ini sengaja dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada pelancong yang tiba pada hari pertama dibukanya sektor pariwisata pada tatanan kehidupan era baru tahap kedua. Terlebih, berdasarkan informasi dari Otoritas Bandara, dalam beberapa hari terakhir, intensitas penerbangan mulai mengalami peningkatan.

“Sebelumnya sempat anjlok. Bahkan pernah hanya lima penerbangan dalam sehari. Namun, beberapa hari terakhir terus bertambah. Pada Kamis (30/7) ada 67 (penerbangan). Dan hari ini (Jumat, Red) dijadwalkan ada 60 penerbangan,” beber Cok Ace yang juga ketua PHRI Bali ini.

Dia memandang, geliat penerbangan di pintu masuk jalur udara ini menjadi awal yang baik bagi kebangkitan pariwisata yang terpuruk di tengah pandemi Covid-19.

Pada kesempatan itu, Cok Ace menegaskan bahwa pada tahap awal reaktivasi sektor pariwisata skala nasional ini tidak ada target jumlah kunjungan yang hendak dicapai.

 “Target jumlah kami abaikan dulu. Yang jelas, pada awal dibukanya pintu masuk Bali bagi wisatawan domestik, terlebih dahulu kami akan memantau dan melakukan evaluasi,” imbuhnya.

Dalam fase ini, sambung dia, pihaknya akan berusaha menanamkan kepercayaan wisatawan terhadap Bali sebagai sebuah destinasi yang nyaman dan aman.

“Kami mengharapkan banyak saran dan masukan dari wisatawan yang berkunjung. Itu yang akan kami jadikan dasar untuk terus berbenah,” imbuhnya.

Selain itu, dia juga menyinggung pentingnya penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang hingga kini belum ditemukan obat dan vaksinnya. Karena itu, dia berharap, kesehatan tetap menjadi perhatian utama sejalan dengan upaya pemulihan perekonomian.

“Saya amati, prosedur kesehatan telah dipenuhi penumpang yang turun di Bandara Ngurah Rai. Kami juga punya Satgas Berbasis Desa Adat yang diharapkan dapat memberi informasi lebih cepat saat terjadi sesuatu di lapangan,” terangnya.

Cok Ace menambahkan, penerapan prosedur yang cukup ketat di pintu masuk dan keseriusan yang ditunjukkan oleh masyarakat Bali dalam penanganan Covid-19 menjadi bagian dari upaya meyakinkan dan membangun kepercayaan wisatawan.

Selain memberi rasa aman dan nyaman bagi wisatawan, prosedur pemeriksaan yang diberlakukan di pintu masuk Bali juga bertujuan untuk melindungi masyarakat Bali. “Jadi keduanya kena. Warga di Bali terlindungi. Wisatawan juga merasa aman berkunjung,” pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news