Rabu, 12 Aug 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

8 Tahun Setubuhi Anak, Ayah Kandung Dibekuk di Angantaka

31 Juli 2020, 20: 16: 02 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

8 Tahun Setubuhi Anak, Ayah Kandung Dibekuk di Angantaka

DIBEKUK : Tersangka saat digiring ke Mapolres Tabanan, Kamis malam (30/7). (istimewa)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Tak tahan menjadi korban pencabulan oleh ayah kandungnya sendiri, seorang ABG berinisial JN, 16, akhirnya melapor ke Polres Tabanan, Selasa (28/7). Parahnya, JN dipaksa melayani nafsu bejat ayahnya sendiri, Muhammad Safari Purnomor, sejak tahun 2012.

JN jadi pelampiasan nafsu sang ayah selama hamper delapan tahun, karena JN sudah dipaksa melayani nafsunya sejak ia berusia 8 tahun. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa tragis itu terjadi pertama kali di tahun 2012 silam. Saat itu JN dipaksa untuk berhubungan badan dengan ayahnya di kamar kos yang ditempatinya di Jalan Pahlawan Gang 1, Banjar Taman Sari, Desa Delod Peken, Tabanan.

Menurut korban, saat itu kos sedang sepi, hanya ada dirinya dan pelaku. Sebab, dua orang adiknya berinisial A dan H, ikut bersama sang ibu tiri berinisial W berjualan di BRSU Tabanan. Korban tak bisa berbuat banyak karena diancam oleh pelaku, agar tidak menceritakan peristiwa tersebut kepada siapapun, termasuk ibu tirinya.

Sejak saat itu, pelaku semakin sering meminta korban melayani nafsu bejatnya, terutama saat kos dalam keadaan sepi. Hingga akhirnya, Senin (27/7) sekitar pukul 18.00 Wita, korban yang kini sudah pisah kos dengan pelaku diajak pergi ke Hotel Tabanan di Jalan Pahlawan, Tabanan, dan memesan kamar.

Di dalam kamar hotel, JN kembali diminta melayani pelaku sampai akhirnya pelaku tertidur pulas. Sekitar pukul 19.30 Wita, korban yang mendengarkan suara Adzan Isya pelan-pelan membuka pintu kamar hotel dan pergi meninggalkan pelaku untuk pulang ke kosnya yang kebetulan tidak jauh dari kos yang ditinggali pelaku, namun masih di kawasan Jalan Debes, Banjar Taman Sari, Desa Delod Peken, Tabanan.

Tak berselang lama, pelaku datang dan memarahi korban karena meninggalkannya di hotel kemudian pergi. Karena tak tahan atas perlakuan sang ayah, korban pun memutuskan untuk melapor ke Polres Tabanan, Selasa (28/7) sekitar pukul 15.20 Wita.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia mengaku belum mendapatkan laporan terkait hal tersebut. "Saya belum mendapatkan laporan atau data terkait hal tersebut," ujarnya Kamis (30/7).

Sementara itu, berdasarkan informasi dari sumber terpercaya di lingkungan Polres Tabanan, pasca  menerima laporan tersebut, penyidik PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Polres Tabanan kemudian melakukan penyelidikan ke Hotel Tabanan. Didapatkan bukti berupa pemesanan kamar atas nama pelaku. Dan dari hasil visum sementara didapati bukti permulaan bahwa terjadi persetubuhan terhadap korban. 

Sebelumnya saat hendak diamankan dikosnya, pelaku tidak ditemukan. Namun akhirnya berhasil diamankan Kamis malam (30/7) sekitar pukul 21.30 Wita di tempat persembunyiannya di sebuah bedeng di wilayah Angantaka, Badung. Pelaku selanjutnya digiring ke Polres Tabanan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Pelaku yang sempat bersembunyi akhirnya berhasil diamankan dan saat ini sedang dimintai keterangan lebih lanjut,” ujar sumber yang enggan dikorankan namanya.

Ditambahkannya, pelaku dan korban kini memang tinggal berbeda kos, namun masih di Jalan Debes. Pelaku tinggal bersama istri barunya atau ibu tiri JN bersama dua adiknya. Akibat perbuatan bejatnya tersebut, pelaku dikenakan pasal 81 ayat (1) Undang- Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yo Pasal 64 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun.

(bx/ras/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news