Rabu, 12 Aug 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Langgar Izin Tinggal, Warga AS Dideportasi Imigrasi Bali

31 Juli 2020, 20: 28: 32 WIB | editor : Nyoman Suarna

Langgar Izin Tinggal, Warga AS Dideportasi Imigrasi Bali

DIPULANGKAN: Warga Amerika Serikat (tengah) hendak diterbangkan ke negara asalnya, Kamis (30/7). (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Seorang warga negara asing (WNA) asal Negeri Paman Sam Amerika Serikat, Antony Richard Howell, 35, dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Denpasar, Kamis (30/7) melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Dia dideportasi karena melanggar izin tinggal di Indonesia.

Humas Kementerian Hukum dan HAM Bali I Putu Surya Dharma menerangkan, WNA tersebut sudah melanggar Undang-Undang Keimigrasian dengan melebihi masa tinggal di Indonesia. "Dia melanggar UU Keiimigrasian Pasal 75 Ayat 1 UU No 6 Tahun 2011 sehingga kami kenakan tindakan keimigrasian berupa deportasi," jelas Surya.

Pendeportasian Richard dilakukan langsung melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan penerbangan Bali transit di Doha, Qatar kemudian terbang langsung kw New York, Amerika Serikat.

Selain itu, Richard dikenakan penangkalan selama enam bulan atau dia tidak boleh kembali ke Indonesia selama enam bulan sejak dideportasi. "Sesuai aturan, dia kena pencekalan selama enam bulan," jelas Surya kembali.

Sementara itu, selama tahun 2020 pihak Imigrasi di Bali telah melakukan tindakan terhadap Warga Negara Asing (WNA) sebanyak 59 orang, termasuk Richard. Dari penindakan tersebut terdapat tindakan 41 penangkalan, 40 tindakan pendetensian, 50 tindakan pendeportasian, dan 3 tindakan pembatalan izin tinggal.

Diambilnya tindakan tersebut, disebabkan oleh beberapa kasus yang dilakukan oleh WNA, seperti kasus kejahatan ITE, narkoba, overstay hingga menyalahi izin tinggal seperti yang dilakukan Richard.

Selain itu, pihak satuan Polisi Pamong Praja dan imigrasi juga sudah mengamankan banyak WNA yang terlantar atau hidup gelandangan karena kehabisan bekal di Bali. Mereka yang awalnya jalan-jalan karena Covid-19 tidak bisa pulang dan kehabisan bekal.

Dari data Satpol PP Badung saja, setidaknya ada enam orang WNA yang sudah diamankan karena hidup menggelandang. Mereka yang menggelandang umumnya ditaruh di rumah detensi imigrasi hingga menunggu proses deportasi.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news