Rabu, 05 Aug 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Dewata Creative Rilis Album Pop Bali Bertajuk Tri Hita Karana

31 Juli 2020, 20: 41: 44 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dewata Creative Rilis Album Pop Bali Bertajuk Tri Hita Karana

RILIS: Peluncuran album Pop Bali bertajuk Tri Hita Karana yang dirilis sanggar musik Dewata Creative. (DOROTHI IBERANI WAMAFMA FOR BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Sanggar musik Dewata Creative akhirnya meluncurkan album pop Bali bertajuk Sesana Alit-Alit Bali Mautama. Album yang mengusung konsep Tri Hita Karana ini diluncurkan di Big Garden, Padanggalak, Denpasar, Jumat (31/7). 

Pimpinan Dewata Creative Dewa Sujana mengatakan, konsep Tri Hita Karana ini sebagai filosofi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bali. Hal ini diangkat dengan tujuan agar album ini tidak sekadar menjadi hiburan, namun memiliki nilai edukasi yang tinggi. “Dengan harapan, setelah menyimak, mendengar lagu dan menonton video klip di album ini secara utuh, maka akan tergambar secara jelas konsep Tri Hita Karana di album ini,” ujarnya. 

Dewa Sujana menyebut, nilal-nilal Tri Hita Karana tersebut terdapat dalam lagu Sanghyang Dewi Saraswati dan lagu Astungkara. Kedua lagu ini memiliki gambaran keharmonisan hubungan antara manusia dan sang pencipta.

Kemudian lagu Makejang Buat Iraga dan lagu Bulan Jegeg, memiliki nilai hubungan keharmonisan antara manusia dan alam. Seperti lagu Makejang Buat Irage yang bercerita tentang keberadaan alam serta imbauan untuk bersama-sama menjaga alam beserta isinya. Sedangkan lagu Bulan Jegeg, mengilustrasikan kekuatan alam dan bulan sebagai sumber inspirasi bagi umat manusia untuk kebaikan umat manusia. 

Selanjutnya, keharmonisan hubungan manusia dengan sesamanya tergambar dalam sebagian besar lagu lainnya. Mulai hubungan antara anak dan orangtua, hubungan anak-anak dengan sesama, pun perkembangan atau masa peralihan dari anak-anak ke masa remaja. Ini tergambar dari lagu Sesatya Matan Ai, Ibu Setata di Hati, Alit Bali Dewata, Menek Bajang, Ngulgulin Hati, dan lagu Metulis di Hati.

Album kompilasi yang menampilkan sepuluh penyanyi anak-anak dan remaja ini, musiknya diaransemen langsung Dewa Sujana. Kecuali lagu Metulis di Hati yang diaransemen Dek Artha. Sementara video klipnya digarap videografer Gede Purnama Jaya.

Dari sepuluh lagu yang terangkum dalam album ini, sembilan lagu di antaranya adalah karya pencipta lagu pop Bali kenamaan Dewa Mayura, dan satu lagu yakni Makejang Buat Iraga merupakan buah karya De Alot.

Sementara itu, para penyanyi anak dan remaja yang ambil bagian di album ini antara lain Chefi Defi yang menyanyikan lagu Sanghyang Dewi Saraswati. Gek Ita (Astungkara), Rani Iswari (Makejang Buat Iraga), Bulan Manohara (Bulan Jegeg), Ciesta Anindia (Sesatya Matan Ai, Nadia Paramita (Ibu Setata di Hati), Ayu Mah Maharani (Alit-Alit Dewata), Gung Yeis (Menek Bajang), Vania Sakanti (Ngulgulin Hati), dan Mawar Pradnya yang menyanyikan lagu Metulis di Hati.

(bx/ran/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news