Kamis, 06 Aug 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Jumlah Hewan Qurban Turun, LDII Targetkan 10 Ribu Besek

31 Juli 2020, 20: 54: 20 WIB | editor : Nyoman Suarna

Jumlah Hewan Qurban Turun, LDII Targetkan 10 Ribu Besek

POTONG: Pemotongan hewan qurban di LDII Jalan Padang Griya II, Padangsambian, Denpasar, Jumat (31/7). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bali tetap menyembelih hewan qurban walaupun dalam masa pandemi Covid-19. Dengan protokol kesehatan yang ketat, LDII menyembelih 93 ekor sapi dan 217 ekor kambing yang disebar di seluruh kabupaten dan kota di Bali.

Wakil Ketua LDII DPW Bali H. Hardilan, Jumat (31/7) menerangkan, Covid-19 diakui membuat penurunan jumlah hewan qurban yang disembelih oleh LDII. “Memang ada penurunan sekitar 15 persen. Penurunan itu ada dua faktor. Pertama karena Covid-19, sehingga ekonomi memang sulit. Kedua sapi Bali sudah banyak yang diimpor ke Jakarta, sehingga harga naik, dan yang tersisa yang besar-besar,” jelasnya H. Hardilan.

Dibandingkan tahun sebelumnya, LDII Bali menyembelih 110 sapi dan 270 ekor kambing. H. Hardilan menerangkan, walaupun ada penurunan jumlah hewan pada tahun 2020 ini, dia tetap optimis bisa mencapai target 10 ribu besek untuk dibagikan kepada umat yang membutuhkan. “Kami optimis bisa, karena sapi dan kambingnya besar-besar,” lanjutnya.

Dalam pembagian hewan qurban, LDII mengaku tidak memandang latar belakang agama, suku dan budaya. “Kami melihat siapa yang membutuhkan. Kami juga membagikan kepada krama Bali. Kami tidak melihat agama, suku, organisasi, ini bukti kami menjaga toleransi di Bali,” ungkapnya.

Pihak panitia menerangkan, sistem pembagian kali ini akan lebih banyak dibagikan langsung kepada masyarakat dari rumah ke rumah untuk menghindari kerumunan masyarakat. “Kami mengambil data dari desa, kelurahan, kecamatan. Sistem pembagian kami dengan membagikan langsung kepada masyarakat. Tidak mengumpulkan orang. Jadi kami yang menambah petugas,” jelasnya lagi.

Pengemasan daging qurban juga tidak menggunakan kantong plastik sesuai arahan Gubernur Bali dan Wali Kota Denpasar. “Kami menggunakan besek. Kami sudah sediakan. Besek kami pesan dari perajin di Bali dan Jawa untuk memenuhi kebutuhan 10 ribu besek,” jelas H. Hardilan.

Mengenai kesehatan hewan, panitia juga sudah melakukan pengecekan maksimal dengan melibatkan tim kesehatan yang profesional. “Kami juga memastikan bahwa hewan tersebut sehat dan kami kembali mengecek kesehatannya sebelum disembelih. Jadi tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Saat dimasukkan ke dalam besek, panitia juga menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan plastik tangan agar tidak bersentuhan langsung.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali I Ketut Gede Nata Kesuma menerangkan, hasil rekap tiga tahun terakhir terhadap pemotongan hewan di Bali mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 ada 5.896 ekor sapi dan kambing, tahun 2018 ada 6.250 ekor, dan pada tahun 2019 ada 6.910 ekor. “Untuk tahun 2020 ini kami masih proses pendataan,” jelasnya.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news