Rabu, 12 Aug 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Bupati Eka  Wanita Pertama Menjadi Mangku Sangging

31 Juli 2020, 22: 16: 30 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Bupati Eka  Wanita Pertama Menjadi Mangku Sangging

SANGGING : Bupati Eka saat menjadi sangging, Kamis (30/7). (istimewa)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Bupati  Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti yang juga Penasihat Perguruan Siwa Murti, kembali ikut dalam kegiatan ajeg Bali. Kali ini, Bupati Eka mendapat kehormatan  menjadi ‘Sangging’ dalam kegiatan Matatah Massal yang digelar di Pesraman  Yayasan Siwa Murti,  di Griya Agung Bang Pinatih, Denpasar, Kamis (30/7).

Hadir pada kesempatan ini Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila, Asisten Bidang Perekonomian  dan Pembangunan,  Setda Tabanan AA Gede Dalem Trisna Ngurah, Kepala Dinas Sosial Tabanan  I Nyoman Gede Gunawan, Kepala Bagian Kesra Made Irma Yanti Sundari.

Bupati Eka memberikan apresiasi yang positif atas terselanggaranya kegiatan ini. Orang nomor satu di Tabanan ini mengharapkan, kegiatan Matatah Massal ini terus berkelanjutan.  “Kegiatan ini sejalan dengan cita-cita kita bersama, yaitu menuju ajeg Bali. Saya harap kegiatan ini terus berlanjut, karena inilah cerminan kita sebagai manusia, yang mampu harus bisa ringan tangan membantu yang kurang mampu,” jelasnya.

Dikatakan dirinya merupakan mangku pertama kali untuk mangku perempuan sangging. “ Jadi Sangging itu tidak mudah,  karena saat melakukan ritual itu godaannya besar. Butuh energi yang besar untuk menghindari hal-hal negatif yang mungkin terjadi.  Semoga kedepan banyak Sangging perempuan yang bisa  melakukan yadnya, pengabdian seperti ini, karena kita masih membutuhkan Sangging yang bisa melaksanakan  Matatah Massal di setiap desa untuk meringankan beban masyarakat,”pintanya.

Dikatakannya,  kegiatan ini bukan semata-mata untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, namun juga bertujuan untuk menciptakan generasi penerus yang bermoral dan berakhlak tinggi, sehingga dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik kedepannya, khususnya di Bali. “Inilah inti dari hidup, hendaknya kita  bisa berguna bagi masyarakat umum. Dengan melakukan perbuatan yang baik, niscaya dengan perbuatan yang baik,  kita menanam karma yang baik pula. Sehingga mendapat pahala yang baik pula, karena kita hidup tidak terlepas dari karma, “ terangnya. 

Ditambahkannya, dalam melakukan suatu kegiatan apapun yang berhubungan dengan ajeg Bali dan Tuhan Yang Maha Esa, harus didasari dengan hati yang tulus ikhlas dan pikiran yang positif. Karena pikiran yang positif, lanjutnya, akan membuahkan perbuatan yang positif, sehingga apa yang menjadi cita-cita bersama, yaitu menuju ajeg Bali segera bisa terwujud.

“Ini merupakan kedua kalinya saya menjadi Sangging disini.  Suatu kehormatan yang luar biasa dan ini merupakan karma baik yang harus ditanam serta dilaksanakan dengan pikiran yang suci serta hati yang tulus. Kedepan agar perbuatan kecil yang saya lakukan ini, bisa mengetuk hati masyarakat untuk bisa menjadi pribadi yang lebih berguna”, ungkapnya. 

Sementara Ketua Panitia I Wayan Sumarna  mengatakan, acara Matatah Massal ini dikaitkan dengan rangkaian pujawali Ida Betara Sakti Dalem Pauman yang berstana di  Griya Agung Bang Pinatih Padangsambian. “Kegiatan Matatah Massal ini juga merupakan kegiatan rutin setiap tahun,” katanya.

Sumarna menjelaskan, Matatah Massal ini diikuti 40 orang dari berbagai kalangan masyarakat, baik dari Bali maupun  luar Bali. “Seluruh rangkaian upacara ini sama sekali tidak memungut biaya bagi para peserta yang mengikuti. Kegiatan ini murni dilaksanakan oleh Yayasan  Siwa Murti, karena ini bagian dari `yadnya` (keikhlasan)," tegasnya.

(bx/ras/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news