Rabu, 12 Aug 2020
baliexpress
Home > Bali Under The Moon
icon featured
Bali Under The Moon

Sesana Alit-Alit Bali Mautama Bawa Pesan Harmoni

01 Agustus 2020, 00: 37: 28 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Sesana Alit-Alit Bali Mautama Bawa Pesan Harmoni

RILIS: Album Pop Bali berkonsep Tri Hita Karana dirilis Sanggar Musik Dewata Creative, Jumat (31/7).   (Dorothi Iberani)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Sanggar musik Dewata Creative meluncurkan album pop Bali bertajuk Sesana Alit-Alit Bali Mautama di Big Garden, Padanggalak, Denpasar, Jumat (31/7). 

Pimpinan Dewata Creative, Dewa Sujana, mengatakan, album yang dirilis kali ini mengusung lagu berkonsep Tri Hita. Sebagai filosofi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bali, lanjutnya, konsep Tri Hita Karana diangkat dengan tujuan album ini tidak hanya sekadar hiburan, namun memiliki nilai edukasi yang tinggi. “Setelah menyimak, mendengar lagu dan menonton video klip secara utuh, maka akan tergambar secara jelas konsep Tri Hita Karana di album ini,” ujarnya.  

Dewa Sujana menyebut, nilal-nilal Tri Hita Karana tersebut terdapat pada lagu Sanghyang Dewi Saraswati dan lagu Astungkara. Kedua lagu ini memiliki gambaran keharmonisan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta. 

Kemudian lagu Makejang Buat Iraga dan lagu Bulan Jegeg, memiliki nilai hubungan keharmonisan antara manusia dengan alam. Seperti lagu Makejang Buat Irage yang bercerita tentang keberadaan alam, serta imbauan untuk bersama-sama menjaga alam beserta isinya. Sedangkan lagu Bulan Jegeg, mengilustrasikan kekuatan alam dan bulan sebagai sumber inspirasi bagi umat manusia untuk kebaikan umat manusia.  

Selanjutnya, keharmonisan hubungan manusia dengan sesamanya tergambar dalam sebagian besar lagu lainnya. Mulai hubungan antara anak dan orangtua, hubungan anak-anak dengan sesama, pun perkembangan atau masa peralihan dari anak-anak ke masa remaja. Ini tergambar dari lagu Sesatya Matan Ai, Ibu Setata di Hati, Alit Bali Dewata, Menek Bajang, Ngulgulin Hati, dan lagu Metulis di Hati.

Album kompilasi yang menampilkan sepuluh penyanyi anak-anak dan remaja ini, musiknya diaransemen langsung Dewa Sujana. Kecuali lagu Metulis di Hati yang diaransemen Dek Artha. Sementara video klipnya digarap videographer Gede Purnama Jaya. 

Dari sepuluh lagu yang terangkum dalam album ini, sembilan lagu diantaranya adalah karya pencipta lagu pop Bali kenamaan Dewa Mayura, dan satu lagu, yakni Makejang Buat Iraga merupakan buah karya De Alot. 

Sedangkan penyanyi ayang terlibat di album ini adalah Chefi Defi yang menyanyikan lagu Sanghyang Dewi Saraswati. Gek Ita (Astungkara), Rani Iswari (Makejang Buat Iraga), Bulan Manohara (Bulan Jegeg), Ciesta Anindia yang menyanyikan lagu Sesatya Matan Ai. Kemudian Nadia Paramita membawakan lagu Ibu Setata di Hati, Ayu Mah Maharani (Alit-Alit Dewata), Gung Yeis menyanyikan Menek Bajang, Vania Sakanti (Ngulgulin Hati), dan Mawar Pradnya yang menyanyikan lagu Metulis di Hati.

(bx/ran/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news