Senin, 28 Sep 2020
baliexpress
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Tangan Anak Patah, Spaso Tunda Ikuti TC Timnas

05 Agustus 2020, 00: 58: 00 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Tangan Anak Patah, Spaso Tunda Ikuti TC Timnas

DIBALUT: Tangan kiri anak kedua Illja Spasojevic  dibalut karena mengalami patah tulang. (istimewa)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Hati ayah mana yang tega ketika anaknya dalam kondisi yang buruk. Seperti itulah yang dirasakan striker Bali United, Illja Spasojevic yang harus menunda terbang ke Jakarta untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) Timnas senior.

Alasan striker bernomor punggung 9 ini karena anak keduanya, Irina Spasojevic, yang masih berumur 3 tahun harus dirawat di rumah sakit karena mengalami patah tulang. Berdasar informasi yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Grup), Spaso sebenarnya sudah memiliki tiket keberangkatan dan mengikuti Rapid Test. Akan tetapi, saat hendak berangkat, anak perempuannya terjatuh dan tangan kirinya patah. "Jadi saya antar saja anak ke rumah sakit. Hasil rontgen sudah saya kirim ke PSSI. Semua berkas dari rumah sakit sebagai bukti bahwa anak saya sedang dirawat," ungkap Spaso, Selasa (4/8).

Bagi Spaso, ia sangat berterima kasih kepada PSSI dan tim pelatih, terutama dari Coach Shin Tae Yong sudah memaklumi keadaan dirinya saat ini. "Saya bisa merawat dan menjaga anak. Apalagi pandemi Covid-19 ini, ibu saya belum bisa datang ke Indonesia, sehingga sementara saya harus mengurus anak dulu," bebernya.

Striker naturalisasi ini merasa bangga dan senang mendapat panggilan Timnas Indonesia. Dari tahun 2017, ia selalu menjalani latihan dan pertandingan bersama Timnas. Hal ini juga membuat dirinya mau menjadi warga negara Indonesia. Tapi sebagai pemain Timnas Indonesia, Spaso juga adalah seorang ayah yang punya tanggung jawab untuk kedua anaknya. "Jika ibu saya sudah bisa datang, mungkin saya baru bisa bergabung dengan Timnas  Indonesia," tegasnya.

"Saya selalu siap dan tidak pernah menolak panggilan negara. Hanya saat ini situasi keluarga saya yang memang harus saya perhatikan terlebih dahulu. PSSI juga bisa menerima dan memaklumi keadaan saya, sebab kondisi saya berbeda dengan pemain Timnas Indonesia lainnya," tandasnya.

(bx/dip/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news