Jumat, 02 Oct 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Kasus Ngaben Sudaji Dihentikan, Gede S Bebas

05 Agustus 2020, 20: 31: 14 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Kasus Ngaben Sudaji Dihentikan, Gede S Bebas

BEBAS : Gede S didampingi kuasa hukum dari Berdikari Law Office, Gede Pasek Suardika (kiri) dan Waketum Persadha Nusantara Gede Suardana (kanan). (istimewa)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS- Gede S, tersangka kasus Ngaben Sudaji di Kecamatan Sawan pada awal Mei lalu, kini  bisa bernapas lega. Pasalnya, Polres Buleleng telah menghentikan kasus hukum yang telah menyita perhatian publik tersebut dengan mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Dengan dikeluarkannya SP3 tersebut, maka Gede S dinyatakan bebas dari jeratan hukum setelah tiga bulan menyandang status tersangka. Berakhirnya kasus Ngaben yang menjerat Gede S ini, tentu saja disambut gembira oleh pihak keluarga besarnya di Sudaji. Seperti diungkapkan Kuasa Hukum Gede S dari Berdikari Law Office, Gede Pasek Suardika.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Kapolres Buleleng yang berkoordinasi secara intensif dengan tim hukum, sehingga proses hukum kasus Ngaben Sudaji sudah selesai sesuai dengan prosedur hukum," kata Pasek Suardika, Rabu (5/8) siang.

Pasek menilai, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng juga telah bersikap profesional dalam menangani perkara ini. Ia menyebut, berakhirnya persoalan hukum Ngaben Sudaji ini berkat dukungan dari masyarakat Bali. "Kami juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat Bali yang ikut mendukung dan memberikan doa serta ikut menandatangani petisi online bebaskan tersangka Ngaben Sudaji sejak awal," pungkas Pasek Suardika.

Sementara itu, Waketum Persadha Nusantara Gede Suardana yang menjadi kuasa non litigasi, menyampaikan, selesainya persoalan hukum Ngaben Sudaji berkat dukungan dari masyarakat, DPD, dan DPC Persadha Nusantara, KMHDI se-Bali, Cakrawayu, Puskor Indonesia, dan ormas Hindu lainnya.

“Tentu kami sangat menyambut gembira atas berakhirnya kasus Ngaben Sudaji yang menyita perhatian publik selama ini. Kami juga berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” ujar Gede Suardana.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, menjelaskan, dalam penegakan hukum atas penanganan kasus dugaan pidana Ngaben Sudaji, penyidik Polres Buleleng selalu mengedepankan asas kemanfaatan, keadilan, dan kepastian hukum. Selama penanganan kasus ini, ada kesadaran dari masyarakat setiap menggelar kegiatan disesuaikan dengan kondisinyang ada.

"Saat itu kami ambil langkah diskresi, agar terjamin keamanan akibat adanya pandemi Covid-19 . Sehingga, dengan langkah hukum itu sudah cukup menyadarkan masyarakat untuk tidak terjadi lagi kegiatan yang melebihi batasan ditentukan, seperti imbauan pemerintah soal physical dan social distancing," kata Kapolres Sinar Subawa, Rabu (5/8) siang. 

Pertimbangan bebas Gede S, sambung Sinar Subawa, itu didasarkan atas pertimbangan hukum dan pendapat jaksa. Sehingga, dari Polres Buleleng telah mengambil jalan untuk tidak meneruskan kasus ini sampai ke tahap Pengadilan. "Ini sudah cukup sebagai efek jera. Sehingga kami ambil jalan terbaik dan hargai pendapat jaksa, maka tidak membawa kasus ini ke Pengadilan. Semua pulih kembali," jelas Kapolres Sinar Subawa.

Sebelumnya, kasus ini mencuat sejak awal awal Mei 2020 berawal dari upacara Ngaben di Desa Sudaji saat pandemi Covid-19. Gede S ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI No. 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular lantaran melaksanakan upacara pangabenan di tengah pandemic Covid-19 pada 1 Mei lalu. Selama berstatus tersangka, Gede S didampingi Tim Hukum Gede Pasek Suradika bersama Nyoman Agung Sariawan, Made Arnawa, Made Kariada, Gede Suryadilaga.

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news