Jumat, 02 Oct 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Sekda Dewa Indra Tinjau Sarana Prasarana Sekolah

05 Agustus 2020, 20: 53: 30 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sekda Dewa Indra Tinjau Sarana Prasarana Sekolah

CEK SEKOLAH: Sekda Dewa Indra meninjau sarana prasarana, sekaligus pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara online di SMAN 7 Denpasar, Rabu (5/8). (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Proses belajar-mengajar di jenjang SMA/SMK di Bali sampai saat ini masih dilakukan secara online atau daring (dalam jaringan). Belum dapat dipastikan, sampai kapan metode ini akan diterapkan. Meski begitu, Pemprov Bali mulai mengambil ancang-ancang bila nantinya metode belajar- mengajar dengan cara tatap muka mulai diberlakukan.

Persiapan itu dilakukan dengan meninjau langsung ketersediaan sarana prasarana sekolah. Untuk itu, Sekda Bali Dewa Made Indra meninjau SMAN 7 Denpasar, Rabu (5/8). Dalam kunjungannya itu, Sekda Dewa Indra didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Bali Ketut Ngurah Boy Jaya Wibawa.

Kunjungan Sekda Dewa Indra itu juga untuk menindaklanjuti proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020/2021. Sebab beberapa sekolah harus menerima siswa baru yang melebihi kapasitas rombongan belajar (rombel) yang dimiliki. Sehingga berimbas pada ketersediaan sarana prasarana belajar-mengajar.

Saat menerima kedatangan Sekda Dewa Indra, Kepala SMAN 7 Denpasar Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati menjelaskan, sekolah yang dikelolanya saat ini memiliki 36 ruang kelas. Dibandingkan dengan tahun ajaran sebelumnya yang hanya menerima 12 kelas anak didik baru, pada tahun ajaran ini SMAN 7 Denpasar harus menerima 15 kelas.

Saat ini proses belajar-mengajar memang belum terkendala ruangan, karena masih dilakukan secara online. Namun pihaknya juga harus memikirkan penambahan ruang kelas. Setidaknya dua ruangan lagi untuk mengantisipasi bila proses pembelajaran melalui tatap muka mulai diperkenankan untuk diterapkan lagi.

Sejauh ini, rencana yang sudah diambil pihaknya yakni dengan memanfaatkan ruang aula. Rencananya, ruangan tersebut akan dipakai sebagai ruang kelas yang baru. “Kami membutuhkan dua ruang kelas lagi. Rencananya ruang aula itu akan kami sekat,” jelasnya, seraya berharap diberikan petunjuk terkait pendanaan.

Terkait pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), ia memaparkan, penggunaannya antara lain dimanfaatkan untuk subsidi pembelian pulsa bagi guru dan anak didik, karena harus belajar secara online.

Pihaknya memutuskan untuk menunda pembelian buku dan mengalihkan untuk kebutuhan yang mendukung kelancaran proses belajar-mengajar di tengah pandemi Covid-19.

Terhadap penjelasan itu, Sekda Dewa Indra dapat memahami kendala yang dihadapi sejumlah sekolah terkait dengan membengkaknya jumlah siswa didik baru. Kendati demikian, dia tetap mengajak semua pihak melakukan upaya agar proses belajar-mengajar berjalan dengan baik.

Karena itu, dia meminta kepala sekolah segera melakukan inventarisasi segala kebutuhan sekolah, dan melakukan proses pengadaan sarana prasarana sesuai kebutuhan.

Jika aturan memungkinkan, anggaran bisa diambil dari dana BOS atau menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi Bali. Terkait dengan hal ini, pihak sekolah diminta berkoordinasi dengan Disdikpora Bali.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news