Jumat, 02 Oct 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Bertahun-tahun Terkendala Air, Petani Subak Timuhun Minta Bendungan

05 Agustus 2020, 21: 43: 10 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bertahun-tahun Terkendala Air, Petani Subak Timuhun Minta Bendungan

TERDAMPAK: Sekitar 156 hektare sawah Subak Timuhun, Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan terdampak debit air yang kecil. (ISTIMEWA)

Share this      

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Debit air mengecil membuat sekitar 460 lebih petani padi Subak Timuhun, Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung tidak maksimal bercocok tanam. Itu sudah terjadi bertahun-tahun.  Sekitar 156 hektar sawah terkena dampak. Sebagai solusi, petani memohon dibuatkan bendungan baru air Tukad Jinah sebelah timur desa setempat.

Kelian Subak Timuhun I Nengah Suarmayasa menyampaikan, saat ini Subak Timuhun yang terdiri dari dua tempek, yakni Tempek Kaler dan Kelod, mengandalkan air dari bedungan Tukad Bubuh di barat desa. Lebih dari tiga tahun, debit air mengecil. Sempat diperbaiki karena dikira ada kebocoran, ternyata tidak ada perubahan. “Memang dari hulu debitnya sudah kecil, tidak seperti dulu, airnya besar,” ungkap Suarmayasa, Rabu (5/8)

Dengan kondisi seperti itu, petani sangat dirugikan. Mereka yang seharusnya bisa menanam padi dua sampai tiga kali dalam setahun, kini hanya bisa sekali. Mereka  harus giliran memanfaatkan air. Hal tersebut harus diberlakukan supaya tanaman padi mendapat cukup air sehingga  tidak rugi bercocok tanam.

Selain sudah mengatur pola tanam, petani juga tengah berusaha mengajukan permohonan agar dibuatkan bendungan baru oleh pemerintah. Lokasinya di Tukad Jinah, sebelah timur desa setempat.

Penggagas pembangunan bendungan asal Timuhun, Anak Agung Gede Yuliantara mengaku telah mengajukan proposal pembangunan bendungan kepada gubernur Bali. Hal tersebut dilakukan untuk mengembalikan kejayaan petani di Timuhun. “Proposal sudah kami kirimkan Juli 2020,” kata Yuliantara dikonfirmasi terpisah.  Disampaikannya, proposal diteken oleh sejumlah pihak. Mulai dari klian Subak Desa Timuhun, Perbekel Timuhun, Camat Banjarangkan, penggagas pembangunan hingga Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Proposal ditembuskan kepada sejumlah pihak. Di antaranya, ketua DPRD Bali, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali dan lainnya.

Yuliantara menyatakan, jika bendungan Tukad Jinah terealisasi, yakin petani tidak kekurangan air.  Lagipula, selama ini air Tukad Jinah lebih besar terbuang ke laut. “Alangkah baiknya dibuatkan bendungan untuk aliri pertanian di desa kami,” jelas Yuliantara. Dengan memanfaatkan aliran Tukad Jinah, diharapkan bisa mengaliri secara merata sawah di Desa Timuhun seluas 156,83 hektar. Sedangkan luas tegalan 747,11 hektar.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news