Senin, 21 Sep 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Start Tahun 2021, Tol Gilimanuk-Mengwi Telan Dana Rp 13 Triliun

06 Agustus 2020, 19: 10: 36 WIB | editor : Nyoman Suarna

Start Tahun 2021, Tol Gilimanuk-Mengwi Telan Dana Rp 13 Triliun

PETA : Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochamad Basoeki Hadimoeljono didampingi Gubernur Bali Wayan Koster memperhatikan peta yang berisi basic design rencana proyek Gilimanuk-Mengwi di Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kamis (6/8). (SURPA ADISASTRA/BALI EXPRESS)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Rencana pembangunan jalan tol dari Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana tembus ke Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung masih bergulir. Terkait ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochamad Basoeki Hadimoeljono didampingi Gubernur Bali Wayan Koster melakukan peninjauan ke Desa Sembung, Mengwi.
Berdasarkan basic design yang diperlihatkan di lokasi, tol ini panjangnya mencapai 95 km. Mengambil start di sekitar Cekik, Gilimanuk, akan melewati Kabupaten Tabanan, hingga berakhir di Mengwi. "Trasenya sudah ditentukan. Saat keluar kapal di pelabuhan Gilimanuk, akan langsung masuk di muka jalan tolnya," ungkap Gubernur Koster.
Pengerjaan tol ini direncanakan tiga tahap. Pertama dari Pekutatan, Jembrana hingga ke daerah Soka, Tabanan. Kedua, dari Soka ke Mengwi, Badung. Tahap tiga barulah dari Gilimanuk ke Soka. "Untuk tahap pertama, dimulai dari Pekutatan ke Soka dengan panjang sekitar 20 km. Ini diprioritaskan karena selama ini sering terjadi kemacetan," jelas ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.
Ketika trasenya sudah selesai, akan dilanjutkan dengan tahap pembebasan lahan. Itu perlu diawali dengan izin pemrakarsa dari pihak ketiga kepada pak menteri. Setelah itu, pemerintah Provinsi Bali akan mengeluarkan izin penetapan lokasi. "Sehingga Oktober itu bisa tender, Desember selesai. Awal tahun 2021 itu sudah bisa mulai tahapan satu ini," ujar Koster.
Tujuan pembangunan tol yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 13-14 triliun ini, kata Menteri Basoeki, masih terkait dengan tol Trans Jawa. Saat ini, tol tersebut sudah dalam tahap pembangunan di Pasuruan. Nantinya lanjut ke Probolinggo dan Banyuwangi. "Kalau itu sudah nyambung, orang ke Bali lebih suka dengan darat. Pasti lebih suka dengan darat, karena lebih cepat, bisa liat pemandangan. Dari pada naik (pesawat). Jadi kalau satu mobil satu keluarga, lebih murah daripada naik pesawat," ungkapnya.
Dengan demikian, menurut Basoeki, pembangunan ini terkait dengan pengembangan wilayah. Sebab, tanpa jalan tol, akses Gilimanuk ke Denpasar selama ini berpotensi macet. Ia membandingkan dengan tol Trans Jawa yang mengurai kemacetan jalur Pantura. "Pantura itu, kalau tidak ada Tol Trans Jawa, bisa dibayangkan. Bagaimana Jalan Nasional Pantura, Jawa kalau tidak ada jalan tol. Ini sama," terangnya.
Megaproyek ini, ujar Basoeki, merupakan unsolicited atau prakarsa pihak swasta sehingga pihaknya sangat mendorong terlaksananya proyek ini. "Jadi kami lebih semangat mendorong swasta yang bukan BUMN untuk investasi di jalan tol," katanya.
Saat ini, studinya sudah berjalan. Setelah ini, Kementerian PUPR akan mengeluarkan izin prakarsa. Setelah itu baru penentuan lokasi (penlok). "Kalau sudah penlok, Oktober dilakukan tender. Walaupun dia unsolicited atau prakarsa, tapi harus tender, bukan ditunjuk langsung," jelasnya.
Selain jalur mobil, rencananya akan disediakan jalur khusus sepeda motor. Mulai dari Pekutatan hingga Mengwi. "Itu PP (peraturan pemerintah)-nya sudah ada. Jadi tidak ada masalah jalur sepeda motor," imbuh Basoeki.
Disinggung ujung tol tersebut di Desa Sembung, Mengwi yang notabene cukup jauh ke pusat Kota Denpasar, Koster menimpali akan dilanjutkan nantinya, yakni menuju ke Blahbatuh, Gianyar. "Hub-nya di Mengwi," kata Koster.
Jika start tahun 2021, proyek ini diperkirakan selesai awal tahun 2024. Proses yang memakan waktu biasanya adalah pembebasan lahan. "Pembebasan lahan, saya akan bantu penuh," imbuh Koster.
Berdasar basic design, tol ini akan start di Cekik. Ada empat jalan keluarnya, yakni di Desa Kaliakah pada km 24, Desa Dangintukadaya km 32, dan Desa Pekutatan km 54. Kemudian Desa Antosari km 76/77. Finishnya di Desa Sembung, Mengwi pada km 95.
Sementara ada tiga titik rest area yang disediakan, yakni Desa Melaya di km 12, Yehsumbul km 49/50, dan Desa Bajera km 78. Dengan kecepatan 80 km, dari start sampai finish bisa ditempuh dalam waktu 1 jam jika tanpa hambatan.

Start Tahun 2021, Tol Gilimanuk-Mengwi Telan Dana Rp 13 Triliun (I Nyoman Surpa Adisastra)

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news