Senin, 28 Sep 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Sekolah Negeri Diminta Buat Rencana Kebutuhan Ruang Kelas

06 Agustus 2020, 21: 49: 44 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sekolah Negeri Diminta Buat Rencana Kebutuhan Ruang Kelas

CEK KELAS: Uji petik untuk mengetahui kebutuhan ruang kelas yang dilakukan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra didampingi Kepala Disdikpora Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, Rabu (5/8) di SMAN 7 Denpasar. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Musim penerimaan peserta didik baru atau PPDB tahun ajaran 2020/2021 telah berakhir. Saat ini, aktivitas di dunia pendidikan telah memasuki tahap awal tahun ajaran baru. Mengingat pelaksanaannya berlangsung di tengah pandemi Covid-19, PPDB tetap saja bertemu dengan permasalah klasiknya. Yakni pembengkakan kapasitas rombongan belajar atau rombel.

Situasi ekonomi akibat pandemi membuat para orang tua berharap anak-anaknya bisa melanjutkan pendidikan di sekolah negeri. Sekalipun kuota untuk jalur zonasi telah diciutkan. Akibatnya, kapasitas rombel di beberapa SMA negeri bertambah, agar bisa menampung aspirasi para orang tua siswa yang berharap anak-anaknya masih bisa mendapatkan sekolah negeri.

Rata-rata di antara mereka mempertimbangkan kemampuan ekonomi. Bila sekolah di swasta khawatir dengan biayanya. Apalagi pandemi Covid-19 membuat dunia kerja diwarnai kebijakan PHK atau merumahkan karyawan.

Saat ini, persoalan yang disebabkan kelebihan kapasitas rombel memang belum muncul. Mengingat aktivitas belajar mengajar masih berlangsung dengan metode dalam jaringan (daring) atau online.

Namun, persoalan itu akan muncul bila nantinya kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan dengan cara tatap muka. Kebutuhan ruang kelas tentu jadi persoalan yang akan dihadapi pihak sekolah yang dalam PPDB kali ini mengalami penambahan kapasitas rombel.

Untuk mengantisipasinya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bali mengimbau masing-masing SMA negeri yang menambah kapasitas rombel segera menyusun rancangan kebutuhan ruang. Paling tidak, rancangan itu harus sudah selesai dan diserahkan paling lambat akhir Agustus 2020 ini. “Sebagaimana arahan Pak Sekda (Provinsi Bali), kepala sekolah harus menyusun rencana kebutuhan ruang. Sesegara mungkin (selesai disusun),” jelas Kadisdikpora Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, Kamis (6/8).

Dia menambahkan, rencana kebutuhan ruang inilah yang akan dipakai sebagai bahan penyusunan anggaran perubahan tahun ini. Khususnya untuk bidang pendidikan.

“Supaya bisa dipakai sebagai bahan untuk rapat anggaran perubahan di DPRD. Anggaran Perubahan biasanya September. Jadi rencana itu harus secepatnya (diserahkan). Karena sekarang ini sudah Agustus,” tegasnya.

Hal ini, sambungnya, menjadi perhatian Pemprov Bali. Karena itu, belum lama ini, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra melakukan uji petik. Salah satunya mendatangi SMAN 7 Denpasar, Rabu (5/8). Uji petik itu dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum mengenai kebutuhan ruang kelas. Kelak bila nantinya kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan secara tatap muka.

“Itu baru satu sekolah. Sementara ada 142 sekolah. SMA, SMK, dan SLB negeri. Ya tapi tidak semua sekolah mengalami penambahan kapasitas rombel,” jelasnya.

Disinggung mengenai kemungkinan sekolah-sekolah akan menerapkan kembali kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, Boy menegaskan, pihaknya tidak mau berspekulasi. Menurutnya, sepanjang Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Agama belum dicabut, kegiatan belajar mengajar masih akan dilaksanakan secara daring.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news