Senin, 28 Sep 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Wagub Cok Ace Yakinkan Bali Siap Sambut Wisman

06 Agustus 2020, 22: 12: 06 WIB | editor : Nyoman Suarna

Wagub Cok Ace Yakinkan Bali Siap Sambut Wisman

SAMBUT WISMAN: Wagub Cok Ace melakukan rapat Sistem Keamanan Hotel bersama rombongan dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang dipimpin Dirpamobvit Brigjen Pol Drs. Hari Prasodjo, Rabu (5/8). (HUMAS PEMPROV BALI FOR BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace mengatakan, Provinsi Bali siap menerima kunjungan wisatawan mancanegara sebagai jadwal yang telah direncanakan, yakni pada 11 September 2020 mendatang.

Hal itu disampaikannya dalam rapat Sistem Keamanan Hotel bersama rombongan dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang dipimpin Direktur Pengamanan Obyek Vital (Dirpamobvit) dari Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkan) Mabes Polri, Brigjen Pol Drs. Hari Prasodjo.

Dalam rapat itu berlangsung di Ruang Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Rabu (5/8), Cok Ace menjelaskan protokol tatanan kehidupan era baru pada sektor pariwisata mengatur secara rinci pengelolaan wisata dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Pemprov Bali melalui Dinas Pariwisata sedang melakukan verifikasi pada usaha akomodasi, daerah tujuan wisata, transportasi, restoran, dan sebagainya yang telah memenuhi standar. Saya berharap Bali akan siap seratus persen sebelum dibukanya kembali pariwisata secara penuh awal Bulan September nanti,” jelasnya.

Dia menambahkan, Pemprov Bali berkomitmen penuh untuk melakukan berbagai upaya yang terbaik untuk mencegah penyebaran kasus positif Covid-19. Sekaligus meningkatkan rasio kesembuhan.

“Upaya pencegahan yang kami lakukan selama ini menunjukkan hasil yang membaik. Data statistik tim Satgas Covid-19 Provinsi Bali per 3 Agustus 2020 menunjukkan tingkat kesembuhan dari pasien positif mencapai 85,7 persen,” imbuh Cok Ace yang dalam rapat tersebut didampingi Kepala Dinas Pariwisata Putu Astawa serta perwakian dari asosiasi pariwisata di Bali.

Menurutnya, tingkat kesembuhan ini terus meningkat. Sekalipun di saat yang sama jumlah kasus positif di Bali bertambah dikarenakan gencarnya upaya tracing dan tracking. Dan dia menambahkan, kinerja ini didukung oleh berbagai pihak mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat lokal.

“Bali juga didukung para tenaga medis yang mumpuni. Fasilitas kesehatan yang memadai. Pemerintah menunjuk 14 rumah sakit rujukan di seluruh Bali. Serta delapan laboratorium yang mampu untuk melakukan uji swab berbasis PCR,” tegasnya.

Dipaparkan juga, pandemic Covid-19 menyebabkan Bali mengalami kerugian hingga Rp 9,7 triliun setiap bulannya. Dan sebagai daerah tujuan wisata utama, perekonomian Bali pun terkena dampaknya. Bahkan data Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan ekonomi Bali minus 1,14 persen. “Jumlah kunjungan wisatawan ke Bali menurun drastis hingga 99,99 persen pada Juni 2020,” tambahnya.

Karena itu, dia memandang, inilah saatnya bagi Bali untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Membangun kembali perekonomiannya. Terutama pada sektor pariwisata sebagai leading sector di Bali. Dia tidak memungkiri. Membangun kembali sektor pariwisata Bali di masa pandemi bukan hal yang mudah. Namun, selaku orang yang berkecimpung lama di industri pariwisata, dia optimistis dan juga percaya, tantangan yang muncul di saat pandemi di lain sisi memberikan peluang.

“Bali selama ini dikenal sebagai destinasi wisata dunia yang utama. Banyak sekali orang di luar sana yang rindu untuk merasakan kembali keindahan alam dan budaya Bali. Peluang ini dapat diraih selama bisa memastikan bahwa wisatawan yang berkunjung ke Bali mendapatkan perasaan aman dari resiko penyebaran virus Covid-19,” tandasnya.

Sementara itu, Brigjenpol Hari Prasodjo menjelaskan bahwa Polri mendukung penuh semua langkah pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 ini. “Di Polri energi juga sudah banyak diarahkan untuk penanganan pandemi ini, serta membantu pemerintah untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan,” jelasnya.

Hingga saat ini, dia mengaku tidak sedikit juga personel polisi yang juga terpapar virus ini. Namun, dia menegaskan ini adalah bentuk tanggung jawab institusinya kepada bangsa dan masyarakat Indonesia. “Untuk saat ini, fokus kami memang kepada kesehatan warga terlebih dahulu. Namun kami juga tidak menutup mata untuk terus menata perekonomian. Ibaratnya kami ingin semua warga sehat, namun kami juga tidak ingin masyarakat tidak makan,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya menyambut baik rencana pemerintah untuk membuka pariwisata bagi wisatawan mancanegara pada 11 September mendatang. “Ada empat wilayah yang akan dibuka. Bali, Bintan, Belitung dan Banyuwangi. Saya sudah berkunjung dan mengecek kesiapan protokol kesehatan dan saya yakin persiapan di empat wilayah ini sudah optimal,” tukasnya.

Dan di kesempatan yang sama, dia mengapresiasi langkah-langkah Pemprov Bali dalam menangani pandemi Covid-19 selama ini. Menurutnya hal itu bisa dilihat dari tingkat kesembuhan yang tinggi serta tingkat kematian yang cukup rendah. “Tentu saja ini karena upaya bersama antara semua komponen. Baik pemerintah maupun masyarakat juga. Kerja sama ini harus terus dijaga,” pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news