Jumat, 02 Oct 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Berawal Di Tajen, Nasi Be Genyol Dek Gempur Mulai Tenar

09 Agustus 2020, 15: 20: 27 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Berawal Di Tajen, Nasi Be Genyol Dek Gempur Mulai Tenar

NASI : Suasana tempat makan Be Genyol Dek Gempur di Banjar Tengah Triwangsa Manuaba, Desa Kenderan, Kecamatan Tegallalang, Minggu (9/8). (Ade Grantika/Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Pedagang nasi biasanya berjualan dengan mencari lokasi yang ramai dilintasi orang.  Namun, berbeda dengan pedagang nasi satu ini. Pemburu kuliner biasa menyebutnya warung be genyol Dek Gempur. Ia berawal berjualan di tajen, dan kini hanya menggelar dagangannya di halaman rumahnya saja.

Pemilik warung yang akrab disapa Kadek Gempur itu, menjelaskan, menjual nasi be genyol sudah turun temurun dilakukan  keluarganya. Selain berjualan di tajen, setiap piodalan di Pura Sakti Manuaba, Desa Kenderan, Kecamatan Tegallalang, pedagang nasi be genyol ini selalu hadir di jaba pura untuk berjualan.

“Sudah dari turun temurun, saya hanya melanjutkan saja,” jelasnya saat ditemui di Banjar Triwangsa Manuaba, Desa Kenderan, Tegallalang, Minggu (9/8).

Memilih berjualan di rumah, ia pun mengaku atas masukan dari langganannya. Sebab, tajen tidak setiap hari ada. Bahkan, hanya diadakan setiap piodalan di pura yang ada di wilayah Tegallalang. 

Saat ini warung yang ada di halaman rumahnya itu,  dibuka setiap hari, mulai pukul 11.00 hingga 22.00. Sedangkan sebelumnya, hanya dibuka dari pukul 16.00 hingga pukul 22.00. 

Dikatakannya, bahan makanan, khususnya daging babi, ia membelinya dari warga setempat. Sehingga dampaknya pun dapat dirasakan oleh warga sekitar.

Untuk proses pemotongannya, dilakukan ketika persediaan dagingnya habis. Sehari-hari untuk melayani pelanggan, ia dibantu oleh keluargnya saja. Mulai proses pembuatan nasi, lawar, hingga penyajiannya. “Kalau sedang ramai bisa sampai ratusan porsi habis. Dimana satu porsinya seharga Rp 30 ribu, sudah termasuk minuman,” imbuhnya.

Perbekel Desa Kenderan, I Dewa Gede Jaya Kesuma, menjelaskan, warung be genyol  merukan salah satu ciri khas di desanya. Terutama di bidang kuliner, sebab masyarakat setempat dan luar Desa Kenderan sering menyebutnya dengan Be Genyol Manuaba Kendran. “Secara tidak langsung ini juga salah satu ciri khas desa kami, di bidang kuliner khususnya. Selain itu, juga tempat makan dan jualannya di areal rumah,” imbuhnya.

Ditambahkannya, warung tersebut menjadi salah satu rekomendasi bagi wisatawan yang menikmati wisata alam yang ada di sana. “Setelah menikmati beberapa wisata alam yang ada di sini, mereka (wisatawan) juga bisa langsung menikmati kuliner yang menjadi ciri khas ini,” tandas Jaya Kesuma.  

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news