Jumat, 02 Oct 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Pakai Sabu, Anak 14 Tahun Ditangkap Polres Karangasem

11 Agustus 2020, 17: 28: 48 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pakai Sabu, Anak 14 Tahun Ditangkap Polres Karangasem

TERSANGKA : Empat dari lima tersangka penyalahguna narkoba jenis sabu yang dihadirkan dalam pers rilis Polres Karangasem, Selasa (11/8) pagi. (Agus Eka Purna Negara/Bali Express)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Jajaran Satresnarkoba Polres Karangasem menjaring lima tersangka penyalahguna narkotika, selama dua bulan terakhir, yakni Juni-Juli. Yang mencengangkan, satu di antara tersangka adalah anak berusia 14 tahun, berinisial IKS asal Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, Karangasem. Sedangkan empat tersangka lain rata-rata berusia 27 tahun.

Para tersangka yang ditangkap di beberapa wilayah Kecamatan Manggis, Karangasem dihadirkan dalam gelar pers rilis Satresnarkoba Polres Karangasem yang dipimpin Kapolres AKBP Ni Nyoman Suartini, Selasa (11/8).

Meski demikian, tersangka anak asal Tianyar Tengah tidak dihadirkan di Mapolres Karangasem, dan masih diamankan di Polsek Bebandem. Nyoman Suartini menjelaskan, lima tersangka ditangkap berdasarkan hasil penyelidikan personel atas laporan masyarakat bahwa sering terjadi transaksi narkoba.

"Satu tersangka anak di bawah umur, barang buktinya cukup banyak. Ada empat paket sabu dengan total berat brutto 1,38 gram dan berat netto 0,30 gram. Ditambah alat-alat lain yang berkaitan dengan barang bukti sabu," kata Suartini.

Tersangka yang satu ini, disebut mendapatkan sabu dengan sistem tempel. Kemudian paketan sabu itu disembunyikan di balik pintu dapur, di rumahnya. "Tersangka ditangkap di rumahnya, 21 Juli lalu, pagi-pagi sekitar pukul 07.00," kata Kapolres.

Sebelumnya, tiga tersangka pemakai sabu juga ditangkap hampir bersamaan pada 12 Juli. Ketiganya, yakni berinisial AH, 33 ditangkap sekitar pukul 06.30 di sebuah ruko di pinggir jalan menuju Padang Bai. Lokasinya berada dekat rumahnya di Banjar Luhur, Padang Bai. "Barang bukti sabu seberat 0,03 gram," imbuh Suartini.

Dua tersangka lainnya, yakni AY, 27 dan HW, 27, ditangkap pada hari yang sama, 12 Juli dalam waktu yang tidak terlalu lama. AY yang tinggal di Banjar Tengading, Desa Antiga, ditangkap sekitar pukul 12.00. Sementara HW yang tinggal di banjar yang sama, ditangkap 30 menit kemudian.

Setelah didalami, mereka disebut pernah memakai sabu bersama-sama. Bahkan, keduanya pernah memakai bersama satu tersangka lain, yang ditangkap 13 Juni, berinisial IKS asal Selumbung, Kecamatan Manggis. Ketiganya sama-sama memiliki sabu dan mereka membelinya dari seseorang dengan sistem tempel.

Dijelaskan, untuk tersangka AY dan HW digerebek di rumah masing-masing. Sedangkan tersangka IKS asal Selumbung ditangkap di jalan raya Yeh Malet, Desa Antiga Kelod. "Mereka mengakui sudah lama pakai sabu. Alasannya untuk penambah stamina. Tapi itu tidak bisa dipakai alasan kuat. Dari mana mereka dapat? Katanya dari seseorang di Denpasar dan Gianyar dengan sistem tempel," jelas Suartini.

Terkait ini, kelima tersangka dijerat Pasal 112 Ayat (1) subs Pasal 127 Ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan acaman hukuman 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news