Jumat, 02 Oct 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali
Sakit Misterius, Wartawan NusaBali Berpulang

Jelang Meninggal, Jro Sudirta Minta Jenggotnya Dikuris

11 Agustus 2020, 19: 02: 28 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Jelang Meninggal, Jro Sudirta Minta Jenggotnya Dikuris    

DOA : Sejumlah rekan jurnalis  memberikan doa atas berpulangnya wartawan senior NusaBali, Jero Made Sudirta (kanan), Selasa (11/8) di RS Bali Med Singaraja. (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Kabar duka datang dari Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB). Pasalnya, Sekretaris Jenderal KJB yang juga sebagai wartawan senior di Media NusaBali, Jro Made Sudirta, 47, berpulang, Selasa (11/8) pagi.

Jro Sudirta yang ngepos sebaagi wartawan daerah ini, mengembuskan napas terakhirnya di RS Bali Med Singaraja, setelah empat bulan berjuang melawan sakit misterius yang tak kunjung sembuh.

Istri almarhum, Ketut Ayu Widiastuti, 43, menuturkan, jika suaminya dilarikan ke rumah sakit Bali Med Buleleng, sekitar pukul 04.00 wita lantaran lemas setelah muntah-muntah. Namun, takdir berkata lain, baru dirawat beberapa jam di ruang IGD RS Bali Med, pria kelahiran 6 Juli 1973 ini, mengembuskan napas terkahirnya,

Widiastuti menjelaskan, mendiang suaminya awalnya mengalami sakit pada tangan kirinya hingga seperti melepuh pada awal Maret lalu. Tak pelak, Jro Sudirta menepi sementara waktu sebagai wartawan. Belakangan pada pertengahan Mei lalu, kondisinya kian membaik hingga akhirnya bisa bekerja kembali.

“Namun, pada awal Juni lalu justru giliran pinggangnya yang mengalami sakit. Sulit bangun. Aktivitasnya sering di tempat tidur saja, tidak bisa bekerja. Ga ngerti saya sakitnya,” aku Widiastuti sembari menyeka air matanya.

Widiastuti menceritakan suaminya yang mulai bergabung di media cetak NusaBali sejak tahun 1994 silam ini, sama sekali tak memahami sakitnya. Bahkan, beragam pengobatan sudah pernah dilakukan agar suami yang menikahinya tahun 2003 silam ini, bisa sembuh seperti sediakala.

Pengobatan medis dan alternatif sudah dia lakukan. Bahkan, terakhir kali untuk memastikan penyakitnya, Jro Sudirta sempat menjalani tes lab menyeluruh di Prodia. Lagi-lagi, secara medis hasil lab sama sekali tidak menunjukkan gejala penyakit.

“Hasilnya tidak ada apa, memang sempat dibilang dokter saat dirawat terakhir di Bali Med, kemungkinna saraf kejepit dan melemahnya otot di bagian pinggang, tetapi terakhir saat dibawa hasil lab oleh dokter spesialis dibilang semuanya baik dan dianjurkan untuk menempuh pengobatan alternatif,” terang  Widiastuti.

Bahkan, yang membuat Widiastuti kian sedih ketika Minggu (9/8) lalu, Sudirta sempat menujukkan gelagat aneh kepada dirinya. Tiba-tiba saja, suaminya memintanya untuk mencukur jenggot dan kumis ayah dari Putu Satya Prabata Wiguna, 17, dan Made Kania Praba Swari ini.

Rupanya itu sebagai pertanda jika wartawan politik andalan NusaBali ini akan berpulang. “Tumben dua hari lalu minta kuris jenggot sama potong kuku. Kemarin malam (Senin) juga Kania (anak kedua) dibekali dikasi uang seratus ribu,” kenang Widiastuti.

Saat ini, jenazah Jro Sudirta sedang dititipkan di Ruang jenazah RSUD Buleleng. Ketika mendengar kabar duka ini, sejumlah rekan Jurnalis di Buleleng langsung mendatangi RS Bali Med untuk mengucapkan bela sungkawa.

Rencananya, jenazah almarum akan dibawa pulang ke rumah duka di Banjar Dinas Bale Agung, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Buleleng, Jumat (14/8) mendatang. Selanjutnya akan dilakukan rembug bersama keluarga besar terkait upacara kremasinya. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news