Jumat, 02 Oct 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Badung Loloskan 2.983 Orang Penerima Bansos dari 9.839 Pemohon

12 Agustus 2020, 17: 36: 49 WIB | editor : Nyoman Suarna

Badung Loloskan 2.983 Orang Penerima Bansos dari 9.839 Pemohon

BANSOS: Wabup Suiasa menyerahkan bansos bagi pekerja formal di sektor pariwisata dan sektor lainnya yang terkena PHK dan dirumahkan akibat dampak Covid-19, di kantor Camat Abiansemal dan Petang, Rabu (12/8). (HUMAS SETDA BADUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) menuntaskan pencairan bantuan sosial (bansos) bagi pekerja formal di sektor pariwisata dan sektor lainnya yang terkena PHK dan dirumahkan akibat dampak Covid-19. Dari 9.839 pemohon, hanya 2.983 orang pekerja formal yang lolos verifikasi untuk menerima bantuan.

Pencairan bansos tahap tiga alias terakhir ini, diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, di Kantor Camat Abiansemal dan Petang, Rabu (12/8). Di Abiansemal menyasar 36 orang dan di Petang 13 orang. Masing-masing menerima Rp 600 ribu setiap bulan, selama tiga bulan.

Wabup Suiasa mengatakan, virus corona berdampak pada semua orang dan semua bidang. Oleh karena itu, Pemkab Badung berkomitmen membantu meringankan beban masyarakat yang paling terdampak Covid-19. Salah satu program prioritas Badung dalam penanganan Covid-19  adalah pemberian bansos kepada pekerja formal sektor pariwisata dan sektor lainnya yang terdampak. "Pemberian bansos ini sebagai salah satu kebijakan strategis Pemkab Badung dalam percepatan penanganan wabah pandemi Covid-19. Bansos ini sebagai jaring pengaman sosial kepada pekerja yang di-PHK dan dirumahkan akibat Covid-19 guna menjaga sepenuhnya kebutuhan pokok rumah tangga serta memastikan kehadiran pemerintah dalam melindungi dan mengayomi pekerja," katanya.

Di tengah pandemi korona ini Suiasa juga mengajak semua masyarakat tetap semangat dan berpikir positif, tidak boleh gegabah, serta tetap disiplin dan waspada. Ini merupakan faktor penting bagi diri sendiri dan keluarga agar selamat serta tidak terjangkit virus korona.

Menurut Suiasa, sebenarnya Badung menyiapkan anggaran Rp 15 miliar, dengan kuota penerima bantuan 8 ribu lebih. Setelah dilakukan cleansing data, hanya dapat diberikan kepada 2.983 orang. Dilihat dari hasil cleansing, masih banyak masyarakat yang tidak memenuhi persyaratan. Seperti memperbaiki surat pernyataan, maupun kejelasan NIK-nya. "Dari sisi waktu kita juga dibatasi bahwa kita harus menyelesaikan penggunaan anggaran dari satu kegiatan. Ini merupakan tahap terakhir dan sudah kita tutup. Mohon maaf bagi masyarakat yang tidak dapat melengkapi persyaratan itu, sehingga tidak dapat dibantu. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin," imbuh Suiasa.

Sementara itu, Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja IB Oka Dirga melaporkan,  awalnya pemohon yang mendaftar melalui sistem link berjumlah 9.839 pekerja. Jumlah ini selanjutnya diverifikasi dan cleansing oleh Tim Kominfo Badung. Tahap I hasil cleansing diserahkan kepada 1.646 orang, tahap II  1.059 orang dan tahap III 278 orang sehingga total penerima keseluruhan 2.983 orang.

Dikatakan, para pekerja formal yang menerima bansos harus memenuhi beberapa kriteria. Di antaranya memiliki e-KTP Badung, mengalami PHK dan dirumahkan mulai 1 Maret 2020 yang diketahui manajemen perusahaan, surat pernyataan belum pernah/tidak sedang menerima bantuan dari pemerintah yang diketahui oleh kaling/kelian dinas setempat, serta nomor surat izin berusaha. "Pemberian bantuan ini ditetapkan dengan surat keputusan bupati Badung, " tambahnya.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news