Senin, 28 Sep 2020
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

55 Pegiat Sastra Bali Modern Baca Cerpen dan Puisi Bali Online

17 Agustus 2020, 09: 19: 11 WIB | editor : I Putu Suyatra

55 Pegiat Sastra Bali Modern Baca Cerpen dan Puisi Bali Online

LIVE: Peserta saat membaca cerpen/puisi secara live menggunakan akun media sosialnya. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-75 biasanya diramaukan dengan pagelaran lomba lari karung, makan krupuk, panjat pinan maupun tarik tambang. Namun karena situasi tengah dilanda pandemi Covid-19, semua kegiatan tersebut ditiadakan. Menyikapi hal itu pun, maka beberapa pegiat sastra khususnya sastra Bali Modern merespon kondisi tersebut dengan meramaikan peringatan HUT RI Ke-75 secara online. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Membaca Cerpen dan Puisi Bahasa Bali online.

Kegiatan itu pun terasa tak biasa. Jika sebelumnya acara online disusun berdasarkan jadawal dan waktu penayangan, namun kegiatan ini dilakukan secara bersamaan atau keroyokan. Kegiatan yang bertajuk “Maca Cerpen lan Puisi Bali Online Keroyokan” (membaca cerpen dan puisi Bali online keroyokan) ini pertama kali terjadi dalam sejarah sastra Bali modern. Selama sehari atau 24 jam, para peserta ini bebas membacakan karya sesuai dengan keinginannya masing-masing tanpa dibatasi waktu. Peserta bebas memilih karya yang akan dibacanya, bisa membaca cerpen atau puisi, ataupun cerpen dan puisi sekaligus, dan bisa membaca karya sendiri, maupun karya penulis lain.

Saat membaca, peserta melakukan siaran langsung di akun facebook masing-masing, selain itu ada pula yang melakukan siaran langsung di instagram. Tak ada ketentuan atau kriteria khusus, karena pembaca bisa bebas mengekspresikan karya yang dibacanya. Dipilihnya pembacaan secara online ini dikarenakan saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. Selain itu, juga memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini dan membuktikan bahwa sastra Bali modern tak melulu hadir dalam ruang konvensional, namun bisa hadir di semua ruang termasuk media sosial.

Salah seorang pembaca cerpen membaca secara live dari Jepang, I Kadek Gede Doni Merta Marantika mengaku sangat antusias mengikuti acara ini. Apalagi bagi dirinya yang saat ini berada jauh dari Bali dan sekaligus rindu Bali.

Doni membaca cerpen berjudul Sirep Ngajak Meme karya I Gede Putra Ariawan yang berkisah tentang kesetiaan anak kepada ibunya dan ibu-ibu yang lainnya dan selalu mengajak mereka tidur. “Sebagai orang Bali yang saat ini berada di luar Bali, saya merasa diri saya berada di Bali dengan ikut membaca cerpen berbahasa Bali ini. Saya rindu Bali dan saya mengobatinya dengan membaca karya berbahasa Bali,” katanya.

Walaupun sastra Bali modern saat ini termarjinalkan di tanahnya sendiri yakni Bali, namun antusias peserta tak pernah padam. Ini terlihat dari jumlah peserta yang bergabung dalam acara yang digelar secara serentak pada Minggu (16/8) yang mencapai 55 orang. Salah seorang penggagas acara, I Putu Supartika (26) mengatakan kegiatan yang digelar ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah digelar sebelumnya yakni membaca cerpen Bali online yang sudah memasuki edisi ke-99. “Sebelumnya sudah ada kegiatan serupa, namun sehari satu pembaca. Yang sekarang serentak dalam sehari dan ini untuk merayakan pembacaan yang ke-100 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia,” kata lelaki asal Karangasem ini.

Supartika mengatakan, acara ini diikuti oleh berbagai kalangan dan kebanyakan dari generasi muda mulai dari penulis, guru, dosen, mahasiswa, jero mangku, maupun wartawan. Ini membuktikan jika masih ada generasi muda yang peduli dengan sastra Bali modern. Tak hanya itu, menurutnya hal ini juga menunjukkan bahwa dalam berkarya tak terbatas ruang, waktu, maupun keadaan.

(bx/dhi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news