Senin, 28 Sep 2020
baliexpress
Home > Enjoy Bali
icon featured
Enjoy Bali

Usai Pemuteran, Live on Nature Digeber dari Taman Ayun

24 Agustus 2020, 04: 16: 32 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Usai Pemuteran, Live on Nature Digeber dari Taman Ayun

PERTAMA : Episode pertama Bali Live on Nature dari kawasan Pemuteran, Buleleng, persembahkan grup Bali Blues Brothers, Ocha, dan Gus Teja. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS -Bali Live on Nature adalah strategi kemasan khusus persembahan musik dan seni tradisional yang disuguhkan MCast Pregina Showbiz Bali. 

Persembahan ini berbasiskan metode penggarapan tayangan live tapping yang dapat disaksikan oleh seluruh pemirsa di masa pandemi Covid-19, yang juga disimpan di platform youtube.

Karya ini merupakan sebuah alternatif kemasan pertunjukan yang dibuat di berbagai  kawasan destinasi pariwisata di Bali yang berbasiskan keindahan serta lingkungan yang alami dan heritage. 

Usai Pemuteran, Live on Nature Digeber dari Taman Ayun

KEDUA : Episode kedua Bali Live on Nature dari Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung, tampilkan  Ayu Laksmi dengan Svara Semesta. (istimewa)

Bali Live on Nature yang  digelar di beberapa Kawasan pariwisata di Bali ini, didukung Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, sebagai upaya untuk tetap semangat dengan spirit kebersamaan mempromosikan pariwisata Bali untuk wisatawan domestik dan mancanegara, dengan branding Thoughtfull Indonesia. 

“Tayangan ini berdurasi 60 menit, yang akan berisi komposisi persembahan garapan musik oleh kelompok seni dan band,  serta sisipan talkshow mempromosikan  destinasi kawasan wisata, serta persiapan penerapan protokol kesehatan nenyongsong  kedatangan jelang kondisi global  dibuka,” ujar Founder Bali Live on Nature,  Gusti Agung Bagus Mantra, S. Par, akhir pekan kemarin di Denpasar.  

Dikatakan pria yang akrab disapa Gus Mantra ini, Bali Live on Nature diharapkan terus dapat berlangsung dengan kawasan indah dan alami, juga mempersembakan berbagai seniman di Bali. "Hal ini sebagai bentuk untuk recovery, juga kebangkitan semangat berkarya dan berkebudayaan dalam masa pandemi, sekaligus mempersiapkan diri untuk persaingan global nantinya," ujarnya. 

Gus Mantra yang juga Ketua Yayasan Karang Lestari, Pemuteran ini, mengatakan Episode pertama bertajuk Pemuteran Bay Buleleng Northwest Bali sudah diproduksi 2 Agustus 2020. 

Artis atau seniman  yang  tampil dalam episode pertama ini adalah grup musik Bali Blues Brothers yang merupakan band duta promosi  Bali ke sejumlah negara. Bali Blues Brothers yang dibentuk Gus Mantra ini, juga sebagai band founder Bali Blues Fest yang telah menyelenggarakan Bali Blues Festival sejak 2015.

Dalam ajang festival international, band ini juga sebagai perwakilan beberapa band yang ada di Bali yang direform menjadi sebuah kesatuan, yaitu Bali Blues Brothers.

Sejak tiga  tahun lalu, Bali Blues Brothers kerap tampil di festival international, seperti Byron Bay Blues Fest, International Bali Blues Fest, serta tour eropa seperti Belanda, Hannover, Berlin, Frankfurt, dan lainnya.

"Band ini membawa misi budaya melalui musik, dan mempromosikan berbagai event atau festival yang ada di Bali. Dengan genre Blues dan World music yang berkolaborasi dengan Gus Teja, seorang composer music tradisi di Bali yang telah mendunia dengan album world musiknya," urainya.

Bali Blues Brothers ditopang  Agung Bagus Mantra ( Drummer ), Krisna Dharmawan ( Guitar), Sandi Lazuardi ( Saxophone ), Bobi Dinar ( Vokalist ), dan Gde Kurniawan ( Bassist ).

Penampil lainnya adalah Agung Ocha, seorang vokalis yang sangat dikenal di Bali  dengan tembangnya yang berjudul Taksu. Ocha yang bergabung dengan Dewa Budjana di kelompok Nyanyian Dharma, kerap melakukan tur budaya  di kawasan India, Gangga, dalam memperkenalkan budaya Bali secara spiritual untuk dikunjungi oleh wisatawan India.

Terlibat juga Gusagung Gautama, pendatang baru di industri musik di Bali, yang baru saja memenangkan ajang pencarian bakat The Voice Indonesia 2019 sebagai runner up. Pria kelahiran Sanur ini masih semester dua di bangku kuliah Universitas Udayana Denpasar Bali.

Dijelaskan Gus Mantra, episode pertama yang proses  produksi ( Live Tapping ) Multitrack & Multicamera pada 2 Agustus 2020 ini, dipersembahkan dari Desa Pemuteran Buleleng Bali Barat, sebuah desa pesisir yang sejak tahun 90 an menerapkan memulai konsep pariwisata berbasis lingkungan, dan sudah meraih sejumlah penghargaan dunia.

Dijelaskan Gus Mantra, edisi selanjutnya nantinya akan ditentukan dengan berbagai pilihan destinasi dan artist, seperti Taman Ujung Karangasem, Taman Ayun  Mengwi, Pantai Sanur, Uluwatu, dan tempat lainnya. Seniman yang digaet juga dari berbagai varian, seperti  Ayu Laksmi, Balawan, Nyanyian Dharma, Joni Agung & Bali Reggae Movement, dan komunitas seni pertunjukan lainnya. 

Dikatakannya, episode kedua yang proses produksi ( Live Tapping ) Multitrack & Multicamera pada tanggal  20 Agustus 2020, dipersembahkan dari Pura Taman Ayun, Mengwi. Pura Taman Ayun, lanjutnya, kerap disebut sebagai salah satu pura paling cantik yang ada di Pulau Dewata.

Wisatawan lokal dan asing pun banyak yang berbondong – bondong datang ke tempat ini. Bahkan taman yang ada di pura ini sempat muncul dalam acara Around the World in 80 Gardens.

Sedikitnya ada 50 buah palinggih dan bangunan suci di kawasan suci Pura Taman Ayun,  yang hingga sekarang kondisinya tergolong baik.

Artis  yang ditampilkan dalam episode kedua adalah Ayu Laksmi & Svara Semesta. Wanita kelahiran Singaraja, Bali, 25 November 1967 ini adalah seniman multitalenta, penyanyi, penulis lagu, aktris film, dan teater.  

Proses kreatifnya dijalani secara otodidak sejak usia dini. Bakat yang ada di dirinya, ditempa dan dibentuk kembali tanpa henti. 

Ayu Laksmi konsisten mengasah talenta dalam berbagai dunia seni. Bali tetap dipilih sebagai tempat berproses belajar sendiri dari literatur dan diskografi musik. Mengenali, menghayati, mengalami, dan mencoba, adalah proses penempaan yang tak pernah usai, bahkan masih dilakukannya hingga hari ini.

Pada tahun 2010 meluncurkan album idealis bernuansa World Music, berjudul Svara Semesta, kemudian disusul Svara Semesta 2 pada tahun 2015. Pada masa itu sekaligus membentuk grup musik Svara Semesta.

Nama Ayu Laksmi kembali terdengar dalam dunia hiburan tanah air, bukan hanya dalam dunia musik, namun juga dalam dunia seni peran. Tahun 2017 dalam Film Pengabdi Setan besutan sutradara Joko Anwar, telah melambungkan namanya hingga memeroleh banyak penghargaan. Dalam film tersebut Ayu Laksmi mendapat julukan 'Ibu'.

Dalam aksinya di Pura Taman Ayun, Ayu Laksmi (vokal) didukung Ida Bagus Putu Brahmanta ( drummer ), Deva Yudhana ( gitar), Doddy Sambodo ( bass ), Rico Mantrawan ( keyboard ), Nyoman Suarsana dan Nyoman Suwida  (suling, gangsa, genggong, kendang ).

"Episode Live on Nature di Taman Ayun ini, dikemas juga dengan heritage talks, berbagi tentang profile sejarah serta fungsi Pura Taman Ayun yg dipaparkan oleh panglingisr Puri Ageng Mengwi, Anak Agung Gde Agung SH, serta menginformasikan juga tentang kesiapan protokol new normal dalam menerima kunjungan wisatawan kedepannya, dan akan diluncurkan di youtube 27 Agustus 2020, " urai Gus Mantra.

Gus Mantra berharap Bali Live on Nature ini  terus dapat berlangsung di berbagai kawasan di Bali yang indah dan alami, serta dengan kekuatan heritagenya, serta mempersembakan berbagai seniman di Bali, sebagai bentuk untuk recovery kebangkitan semangat berkarya dan berkebudayaan dalam masa pandemik ini.

"Ini juga sekaligus mempersiapkan diri untuk persaingan global nantinya, yang belum dapat kita prediksi akibat pandemik yang diharapkan segera berakhir. Dengan semangat kebersamaan serta selalu berdoa, bersyukur bekerja keras, dan tentunya mematuhi aturan yang diterapkan, kita akan segera lewati cobaan ini bersama," pungkasnya.

(bx/ran/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news