Senin, 28 Sep 2020
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Kecewa Dengan Rekomendasi, 57 PD Partai Golkar Badung Mundur

07 September 2020, 18: 04: 52 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kecewa Dengan Rekomendasi, 57 PD Partai Golkar Badung Mundur

MUNDUR : Kader Partai Golkar di Badung mendatangi kantor DPD Golkar Bali untuk menyatakan mundur dari posisi sebagai pengurus desa. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Keputusan politik Partai Golkar terkait pilkada di Kabupaten Badung berbuntut panjang. Sekitar seminggu setelah rekomendasi dari DPP Partai Golkar, kader Golkar di Gumi Keris ramai-ramai mundur dari posisi mereka sebagai Pengurus Desa (PD).

Sikap itu ditempuh lantaran mereka kecewa, rekomendasi partai justru diarahkan kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati, Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suaisa (Giri-Asa).

Karena itu, Senin (7/9), mereka datang ke Sekretariat DPD I Golkar Bali. Pengunduran diri itu setidaknya diwakili oleh 57 PD se-Kabupaten Badung.

Wayan Sumantra, selaku koordinator aksi menjelaskan, pilihan untuk mundur dari PD itu merupakan puncak dari kekecewaan mereka kepada keputusan partai, terutama menyangkut rekomendasi mengenai pasangan calon bupati dan wakil bupati Badung.

Sebabnya, calon yang direkomendasikan dalam pilkada kali ini justru pasangan yang tidak pernah mendaftarkan diri di Golkar yakni Giri-Asa. Di sisi lain, pasangan I GN Agung Diatmika dan Wayan Muntra yang dilobi untuk ikut dalam pilkada justru tidak mendapatkan rekomendasi.

Padahal, Muntra terhitung kader Golkar yang juga wakil ketua DPD I Golkar Bali Bidang Hukum dan HAM. Bahkan keduanya sudah siap maju, melengkapi seluruh persyaratan, masuk dalam survei internal Golkar dengan hasil yang tinggi, namun tidak memperoleh rekomendasi.

“Kami kecewa berat dengan keputusan DPP Golkar yang mengeluarkan rekomendasi pada orang yang tidak pernah mendaftar di Golkar,” tukas Sumantra mewakili kekecewaan kader yang duduk di PD lainnya.

Selesai menyampaikan rasa kecewanya, Sumantra langsung menguraikan PD yang sudah mundur. Dia juga masuk ke dalam salah satunya yang ikut mundur.

Berkas pengunduran diri itu kemudian diserahkan kepada Sekretaris DPD I Partai Golkar Bali, Made Dauh Wijana, yang menerima kedatangan mereka.

Dia menyebutkan, keputusan pengunduran diri ini masih akan berlanjut. Bukan hanya 57 desa saja. Karena keputusan ini juga akan berlanjut dengan pengunduran diri pengurus kecamatan.

Bagi Sumantra maupun PD lainnya, keputusan DPP ini justru bertolak belakang dengan dua partai lainnya, NasDem dan Gerindra, yang tetap komitmen memunculkan Diatmika-Muntra sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati di Badung.

Sementara itu, Made Dauh Wijana yang menerima kehadiran para PD, menjelaskan latar belakang munculnya keputusan DPP perihal rekomendasi di Badung tersebut. Dia menegaskan, pada prinsipnya pengurus DPD I telah menjalankan prosedur terkait proses dan pencalonan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Tidak hanya itu, usulan mengenai bakal calon yang perlu direkomendasikan telah disampaikan pada 4 Agustus 2020. Bukan hanya itu, secara otentik dikirimkan pula ke DPP di Jakarta pada keesokan harinya atau 5 Agustus 2020.

"Sekarang rekomendasi yang keluar dari DPP berbeda. Semua itu kewenangan DPP dan kami tetap akan tegak lurus mendukung apa yang menjadi keputusan partai,” tegasnya.

Terkait keputusan yang disampaikan para PD, pihaknya tidak bisa menghalanginya. Sekalipun pihaknya di DPD I memahami keputusan tersebut didasari kekecewaan.

“Kami tidak bisa halangi keputusan mereka. Setelah pilkada nanti, situasi yang tenang dan nyaman, semua kader partai kami harapkan bisa bersatu kembali. Berjuang bersama-sama membesarkan partai Golkar,” tukasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news