Senin, 28 Sep 2020
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Taksu Poleng Bantu Cari Anak yang Disembunyikan Gamang

08 September 2020, 08: 50: 52 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Taksu Poleng Bantu Cari Anak yang Disembunyikan Gamang

LOKASI : Jro Panca bersama Tim Taksu Poleng turun ke lokasi, sekaligus edukasi soal hal gaib. (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Tidak hanya fokus mengulas misteri sebuah tempat angker, Jro Panca bersama Tim Taksu Poleng  juga sempat membantu menemukan anak yang disembunyikan Gamang di Lingkungan Padang Keling, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, 3 September lalu.

Jro Panca, 29,  asal Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng ini, menceritakan, anak yang sempat hilang tersebut bernama Putu Aldy. Bocah berusia sekitar 7 tahun ini, menghilang secara misterius. Terakhir ia dilihat oleh pamannya pada pukul 17.30 Wita sore sedang bermain layang-layang.

Namun, sekitar pukul 19.00 Wita, Aldy justru tak kunjung pulang ke rumah. Spontan saja, orang tuanya dibuat panik dan berusaha melakukan pencarian, dibantu sejumlah warga. Hanya saja hasilnya nihil.

Merasa ada yang tidak beres, keluarga Aldy, sebut Jro Panca, langsung mendatangi paranormal di desa setempat untuk memohon petunjuk. Betapa kagetnya, orang tua Aldy karena anaknya tersebut disembunyikan Gamang. Pencarian pun terus dilakukan dengan menggunakan banten Salaran, gong sampai jam 22.30 Wita.

Karena putus asa, hingga akhirnya keluarga korban menghubungi Jro Panca untuk ikut terjun membantu melakukan pencarian.

“Kami mendapat pawisik kalau yang memegang alam niskala itu di Pura Kepuh. Berdasarkan petunjuk niskala itu diminta menghaturkan Pacanangan. Seperti paboan,” jelas Jro Panca kepada Bali Express (Jawa Pois Group) pekan kemarin.

Ajaibnya, anak itu tiba-tiba kembali dan sudah ada di ruang tamu dalam kondisi tertidur. Hal ini menjadi aneh, mengingat pagar rumah orang tua Aldy cukup tinggi. Tidak mungkin ia melompat pagar.

Sedangkan warga setempat juga sudah ramai menunggu di depan rumahnya. “Terus darimana anak itu masuk. Apalagi dalam kondisi tidur. Kan aneh. Setelah bangun, anak itu linglung. Sampai sekarang dia tidak ingat apa yang terjadi saat itu,” imbuh mahasiswa pasca Sarjana STAHN Mpu Kuturan Singaraja ini.

Atas kejadian tersebut, ia pun berpesan agar para orang tua tidak membirkan anak bermain di peralihan hari. Seperti jam 12.00 Wita siang, jam 18.00 Wita sore. Karena berpotensi disembunyikan makhluk astral.

Selain itu, ia meminta agar orang tua mengenali anaknya. Apakah anak itu melik. “Melik ada tiga jenis. Melik Adnyana misalnya, anak itu sering mimpi ke pura, mimpi sembahyang. Melik Ceciren itu misalnya memiliki tanda lahir, seperti usuhan tiga, tanda keleng. Kemudian Melik Kelahiran, artinya lahir di hari-hari tertentu seperi di hari raya. Dan, itu harus dibuatkan bayuh oton. Agar terhindar dari beragam masalah,”pungkasnya.

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news