Senin, 28 Sep 2020
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

PDIP Mulai Latih Saksi Pilkada, Prokes Jadi Materi Penting

08 September 2020, 19: 43: 09 WIB | editor : Nyoman Suarna

PDIP Mulai Latih Saksi Pilkada, Prokes Jadi Materi Penting

LATIH SAKSI : Pelatihan bagi pelatih atau ToT untuk para saksi yang disiapkan BSNP DPD PDIP Bali pada pilkada di enam kabupaten/kota pada 9 Desember 2020 mendatang. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun ini telah memasuki masa pendaftaran. Sampai dengan hari pemungutan suara, masih ada beberapa tahapan lainnya yang harus dilalui.

Karena itu, Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPD PDIP Bali sudah mulai pasang ancang-ancang, menyiapkan saksi-saksi untuk mengawal perolehan suara dari enam pasang calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dijagokan di enam kabupaten/kota. 

Pelatihan untuk pelatih atau training of trainers (ToT) bahkan sudah digelar pada 5 dan 6 September 2020. Mengingat proses pelaksanaan pilkada kali ini berlangsung di tengah masa pandemi, penerapan protokol kesehatan (prokes) menjadi salah satu penekanan.

“Itu jadi penekanan dalam ToT. Makanya sebelum ToT digelar, paginya dilakukan rapid test. Kebetulan hari pertama ditemukan ada tiga peserta yang reaktif, kami langsung pulangkan. Hari kedua ada dua orang. Kami pulangkan juga,” jelas Sekretaris BSPN DPD PDIP Bali, Dewa Made Mahayadnya, Selasa (8/9).

Dijelaskan, pelatihan bagi pelatih saksi ini disampaikan oleh pihak DPP dan DPD. Sementara pesertanya berasal dari enam DPC di tingkat kabupaten/kota. Satu DPC mengerahkan 20 orang peserta.

 “Mereka inilah yang nanti melatih saksi-saksi di tingkat kecamatan dan desa-desa. Di seluruh Bali kami memiliki 32 ribu lebih saksi. Tapi kami belum hitung ulang berapa yang akan dikerahkan saat pilkada nanti. Karena ada tiga kabupaten yang tidak melaksanakan pilkada tahun ini,” jelas politisi yang akrab disapa Dewa Jack ini.

Para pelatih ini nantinya akan memberikan pelatihan kepada saksi-saksi di tingkat kecamatan dan desa-desa setelah jumlah TPS ditetapkan.

Untuk di Kabupaten Badung yang akan melawan kotak kosong, akan mengerahkan saksi juga? Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali ini menjelaskan, sesuai ketentuan, saksi harus ada dalam setiap pelaksanaan pemilihan.

“Sesuai ketentuan ya. Karena saksi ini juga punya tugas menyaksikan penyelenggaraan pilkada oleh penyelenggara berjalan sesuai aturan. Sesuai PKPU,” imbuhnya.

Soal prokes, terangnya, , hal ini menjadi penekanan dalam pelaksanaan ptugas saksi dalam pilkada kali ini, mengingat pilkada berlangsung pada masa pandemi.

 “Ini memang agak beda. Dan ini (prokes) jadi penekanan. Kuncinya kan ada tiga hal. Pakai masker, jaga jarak fisik, dan cuci tangan atau pakai hand sanitizer,” tukasnya.

Meski demikian, penerapan prokes ini yakin akan dilakukan dengan baik oleh para saksi yang disiapkan pihaknya. Terlebih suasana pemilihan saat pilkada dengan pileg jauh berbeda.

 “Kalau pileg satu partai kerahkan satu saksi. Jadi kalau ada 20 partai, ada 20 saksi. Kalau di pilkada, saya rasa jaga jarak fisik dan lain-lainnya bisa diterapkan dengan baik. Jumlah saksi yang dikerahkan juga sedikit. Disesuaikan dengan jumlah pasangan calon yang ada. Tidak sekrodit waktu pileg,” jelasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news