Senin, 28 Sep 2020
baliexpress
Home > Enjoy Bali
icon featured
Enjoy Bali
Buku Kene Keto Musik Pop Bali Diluncurkan

Catatan Jurnalistik Made Adnyana Tentang Pasang Surut Musik

09 September 2020, 17: 54: 51 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Catatan Jurnalistik Made Adnyana Tentang Pasang Surut Musik

MUSIK : Jurnalis senior, Made Adnyana (dua dari kanan), meluncurkan buku  berjudul Kene Keto Musik Pop Bali di Denpasar, Rabu kemarin (9/9) (Kusuma Yoni/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Buku 'Kene Keto Musik Pop Bali' yang ditulis jurnalis senior Made Adnyana, menjadi salah satu dari sedikit buku yang membahas tentang perjalanan musik Pop Bali dari masa ke masa. 

Dalam peluncuran bukunya di Kebon Vintage Denpasar, Rabu kemarin (9/9), Made Adnyana mengakui buku ini merupakan sebuah rangkuman tentang variasi dari musik pop Bali dengan beragam proses evolutif yang tidak memiliki titik akhir. 

"Sebagian besar tulisan dalam buku ini merupakan catatan dari aktivitas kewartawanan saya sejak 1998, khususnya liputan musik, terutama musik pop Bali. Ada begitu banyak cerita menarik di balik pasang surut perkembangan musik pop Bali yang bisa disimak dalam buku ini,"ungkapnya.

Musik pop Bali, dilanjutkan Adnyana, sampai saat ini tidak bisa dilepaskan dari peran berbagai sektor, mulai dari para pelaku produser rekaman, serta studio yang sesungguhnya menjadi pionir penting. 

Dari perjalanannya, dituliskan Adnyana, mulai muncul dan berkembang sejak tahun 1960-an, meski pada era tersebut komposisi musiknya masih sangat sederhana dan terbatas. 

Memasuki tahun 1970, lagu-lagu pop berbahasa Bali mulai direkam dalam bentuk pita kaset dan disebarluaskan di pertengahan 70-an. "Album Kusir Dokar dari  band Putra Dewata menjadi tonggak awal industri musik pop Bali," terangnya. 

Selain itu, juga dimunculkan kiprah para pencipta lagu pop Bali, perusahaan rekaman yang kini tinggal nama, politisi dan dokter yang sempat menyicipi dapur rekaman, hingga bagaimana musik pop Bali di era milenial. Semuanya disampaikan secara ringan dalam gaya tulisan ringan dan komunikatif.

Menurut Adnyana, semula buku ini disusun sebagai bentuk dedikasi atas penghargaan Bali Jani Nugraha 2019 yang diterimanya untuk kategori Pengabdi Kritik Musik dan Film. "Di luar dugaan, buku yang awalnya dicetak terbatas pada Juli lalu ini, mendapat respons bagus dan banyak permintaan, hingga akhirnya dicetak kedua kalinya untuk diedarkan secara luas,"terangnya. 

(bx/gek/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news