Senin, 28 Sep 2020
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Puluhan PD dan PK Mundur, Golkar Optimis Tak Berimbas di Pilkada

10 September 2020, 18: 59: 33 WIB | editor : Nyoman Suarna

Puluhan PD dan PK Mundur, Golkar Optimis Tak Berimbas di Pilkada

ditegaskan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD I Golkar Bali, Komang Suarsana (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Partai Golkar Bali memastikan pengunduran diri sejumlah kader Partai Golkar di Kabupaten Badung dari struktur pengurus desa (PD) hingga pengurus kecamatan (PK) tidak mempengaruhi militansi untuk memenangkan pilkada akhir tahun ini. Sekalipun pasangan calon yang direkomendasikan DPP pada akhirnya bukan sesuai dengan yang diusulkan.

Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD I Golkar Bali, Komang Suarsana, Kamis (10/9). Dia mengatakan, pihaknya di tingkat provinsi menghormati keputusan politik yang diambil sejumlah kader di Badung tersebut.

 “Terhadap mundurnya teman-teman dari PD dan PK di Badung, bahkan ada dua di tingkat provinsi (DPD I), kami hargai sebagai hak politik pribadi. Tapi perlu digarisbawahi, mereka mundur sebagai pengurus, bukan sebagai kader. Jadi kami sangat mengapresiasi itu. Karena mereka tetap berada di bawah naungan beringin (Partai Golkar),” kata Komang Suarsana.

Politisi yang akrab disapa Kos ini tidak memungkiri pengunduran diri massal itu berimplikasi terhadap jalannya organisasi partai di tingkat desa maupun kecamatan. Karenanya, untuk kekosongan itu, pengisian struktur sesuai dengan mekanisme yang berlaku di internal partai mesti dilakukan. “Implikasinya pasti ada. Struktur partai harus diisi. Tentu dengan mekanisme yang berlaku di internal partai,” tukasnya.

Lebih jauh Kos mengatakan, pihaknya menaruh rasa hormat terhadap sikap politik kader-kader Golkar yang mundur tersebut. Apalagi, dia memandang, pengunduran diri ini untuk menghindari terjadinya konflik kepentingan.

 “Karena di satu sisi, semula mereka membawa aspirasi pasangan calon yang diusulkan untuk mendapatkan rekomendasi. Namun ternyata (rekomendasinya) tidak keluar. Justru keluar untuk pasangan calon yang sekarang ini (Nyoman Giri Prasta-Ketut Suiasa),” tukasnya.

Meski mengakui, aksi bedol desa itu membawa pengaruh kepada jalannya organisasi, Kos optimis upaya pemenangan pilkada di Badung sebagaimana yang direkomendasikan DPP akan tetap berjalan optimal.

 “Kalau upaya pemenangan tetap jalan. Tapi kalau dari sisi organisasi, tentu ada implikasinya. Dan ini yang mesti segera diisi agar organisasi partai di tingkat desa dan kecamatan tetap bergerak,” pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news