Senin, 28 Sep 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Jelang Galungan Harga Sembako di Buleleng Stabil

11 September 2020, 22: 18: 59 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Jelang Galungan Harga Sembako di Buleleng Stabil

HARGA : Tim Disdagperinkop UKM Kabupaten Buleleng, memantau harga sembako di dua pasar tradisional di Singaraja. (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Harga kebutuhan sembako jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan  masih stabil. Pasokan pun diklaim kondisinya masih aman untuk memenuhi permintaan selama Galungan dan Kuningan.

Hal itu terungkap saat Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagperinkop UKM) Kabupaten Buleleng, memantau  harga di dua pasar besar di Buleleng, yakni Pasar Anyar dan Pasar Banyuasri.

“Kita melakukan pemantauan bersama dengan tim, termasuk dari Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Buleleng serta Satpol PP Buleleng,” ujar Kepala Disdagperinkop UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta, saat ditemui usai pemantauan di Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Jumat (11/9) pagi.

Sudiarta menjelaskan, pemantauan juga melibatkan unit pengelola di masing-masing pasar tersebut. Pihaknya juga melakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan di dua pasar tersebut, untuk memastikan apakah berjalan dengan baik atau tidak.

“Pasar-pasar tradisional saat jelang hari raya biasanya selalu ramai dikunjungi pembeli. Jangan sampai menjadi klaster penyebaran Covid-19 karena tidak menerapkan protokol kesehatan. Kami harapkan pembeli dan pedagang bisa menjaga jarak,” jelasnya.

Terkait harga jelang hari raya, utamanya bahan-bahan pokok seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng, sebagian besar masih stabil. Termasuk daging ayam dan daging babi yang sering diburu pembeli jelang hari raya.

Sudiarta memastikan jika seluruh komoditi pangan yang sering diburu saat Galungan harganya stabil dan tidak ada lonjakan yang signifikan. “Harganya masih stabil jelang hari raya ini. Kami pastikan tidak ada lonjakan,” imbuhnya.

Sedangkan dari sisi pasokan komoditi, pihaknya sudah melakukan pemantauan di pengepul-pengepul yang ada di Buleleng. Untuk ketersediaan bahan pokok sampai dua bulan ke depan, jumlahnya mencukupi.

“Namun, untuk sayur mayur harganya agak sedikit menurun. Ini dikarenakan daya beli berkurang, mungkin karena masyarakat banyak yang tidak berpenghasilan. Kalau harga daging masih aman,” tutup Sudiarta. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news