Senin, 28 Sep 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Pantau Pariwisata Buleleng, Stafsus Jokowi Bagikan Ribuan Masker   

12 September 2020, 19: 40: 11 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Pantau Pariwisata Buleleng, Stafsus Jokowi Bagikan Ribuan Masker      

RUMAH ADAT : Koordinator Stafsus Presiden Jokowi, AAGN Ari Dwipayana didampingi Bupati Suradnyana, saat mengunjungi Rumah Adat Bandung Rangki di Desa Pedawa, Kecamatana Banjar.  (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

BANJAR, BALI EXPRESS-Kunjungan Kordinator Staf Khusus Presiden Jokowi, Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana sejak Jumat (11/9) hingga Sabtu (12/9) ke Buleleng, benar-benar dimaksimalkan untuk memantau sejumlah destinasi wisata di masa pandemi Covid-19. Momen kunjungan ini,  juga dimanfaatkan untuk membagikan ribuan masker kepada masyarakat.

Destinasi wisata yang dikunjungi Ari Dwipayana berlokasi di Kecamatan Banjar. Seperi Daya Tarik Wisata (DTW) Brahmavihara Arama Banjar, Griya Gede Banjar, Air Panas Banjar, dan Rumah Adat Bandung Rangki, Desa Pedawa.

Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), Sabtu (12/9) siang, Ari Dwipayana yang akrab disapa Jung Ari in,  tak menampik jika kondisi pariwisata di Bali, khususnya di Buleleng, belum pulih total. Wisatawan domestik juga belum sepenuhnya mengunjungi destinasi tersebut.

Pasalnya, wisatawan domestik masih khawatir jika perjanalan wisatanya belum aman dari Virus Korona. Kondisi inipun hanya bisa diakhiri jika Buleleng maupun Bali pada umumnya, bisa mencegah laju perkembangan Virus Korona.

“Untuk menarik minat wisatawan domestik untuk datang itu, perlu  safe travel, utamanya agar perjalanan mereka aman dari Covid-19. Dan, destinasi wisata harus dipastikan agar tetap menjalankan protokol kesehatan,” ujar pria yang juga panglingsir Puri Kauhan, Ubud, Gianyar ini.

Kendati demikian, pihaknya tetap meminta agar seluruh stake holder mempromosikan destinasi wisata di Bali, agar wisatawan domestik bisa yakin jika perjalanannya aman dari penyebaran Covid-19.

“Ini perlu dukungan semua pihak. Termasuk masyarakat, agar tetap melaksanakan protokol kesehatan, seperti pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak, sehingga penyebaran Virus Korona bisa ditekan,” jelasnya.

Di sisi lain, di sela-sela kunjungannya ke Desa Pedawa, Sabtu siang, Jung Ari juga mengaku bangga dengan keberadaan Rumah Adat Bandung Rangki. Pasalnya, bangunan rumah adat tersebut sangat ramah lingkungan dan memiliki arsitektur penuh makna filosofi.

Pihaknya berharap, asset budaya yang tak ternilai milik Desa Bali Aga untuk tetap dipertahankan, sehingga bisa diwariskan kepada generasi selanjutnya, sekaligus  menjadi daya tarik wisatawan, karena memiliki keunikan tersendiri.

“Rumah Adat ini bahannya sebagian besar dari bambu. Sudah pasti ramah lingkungan. Rumahnya juga memiliki makna filosofis yang sangat dipercayai warga Pedawa. Ini luar biasa. Ini asset budaya yang harus dilestarikan, dan tentu tidak ditemukan di tempat lain. Ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, yang turut hadir mendampingi Stafsus Presiden, Ari Dwipayana, menjelaskan, Rumah Adat Bandung Rangki di Desa Pedawa memiliki ciri khas yang tak bisa ditiru oleh tempat lain.

“Tourism is different. Pariwisata ini harus berbeda. Rumah Adat Bandung Rangki di Desa Pedawa ini bisa menjadi destinasi kuno yang menarik perhatian wisatawan. Kedepan bisa dibuat cinderamata berupa miniatur rumah Bandung Rangki untuk menjadi oleh-oleh bagi wisatawan. Dan, ini bisa dikembangkan sebagai kerajinan rumah tangga,” ujar Suradnyana.

Di akhir kunjungannya, Stafsus Presiden Jokowi, Ari Dwipayana ini , juga menyempatkan membagikan ribuan masker kepada perbekel Desa Pedawa untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat setempat.

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news